Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN MENGANDUNG GARAM DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA PADUMAN KECAMATAN JELBUK JEMBER
Ventilia Septiani (2017) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Garam telah diketahui dapat mengakibatkan penyakit darah tinggi karena kandungan natriumnya. Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang berada diatas batas normal atau optimal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik. Penyakit ini dikategorikan sebagai the silent disease karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengidentifikasi Konsumsi makanan mengandung garam dengan kejadian hipertensi pada lansia. Populasi penelitian ini adalah lansia di Desa Paduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember sebanyak 736 responden dengan sampel 147 responden, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Hasil penelitian diketahui lansia yang sering mengkonsumsi makanan mengandung garam yaitu berjumlah 78 orang (53,1 %) dan yang jarang mengkonsumsi makanan mengandung garam 69 orang (46,9%) yang pernah mengalami hipertensi yaitu berjumlah 91 orang (61,9 %) dan yang tidak pernah mengalami hipertensi 56 orang (38,1%). Hasil uji statistik chi square dengan (α = 0,05) didapatkan hasil p value 0,000 yang artinya ada Hubungan Konsumsi Makanan Mengandung Garam dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Desa Paduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember. Semakin sering konsumsi makanan mengandung garam maka semakin besar kemungkinan lansia mengalami hipertensi atau juga berisiko mengalami hipertensi. Hasil penelitian, Direkomendasikan untuk dapat bermanfaat bagi tempat pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan tempat kesehatan lainnya sebagai sarana dan sumber informasi guna optimalisasi pelayanan keperawatan yang lebih efektif dapat memberikan edukasi kepada lansia tentang pentingnya mengurangi konsumsi makanan mengandung garam untuk mengurangi kasus hipertensi mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi, serta mengatur pola makan dan secara rutin untuk memeriksa tekanan darah.
Ringkasan Alternatif
Garam telah diketahui dapat mengakibatkan penyakit darah tinggi karena kandungan natriumnya. Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang berada diatas batas normal atau optimal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik. Penyakit ini dikategorikan sebagai the silent disease karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengidentifikasi Konsumsi makanan mengandung garam dengan kejadian hipertensi pada lansia. Populasi penelitian ini adalah lansia di Desa Paduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember sebanyak 736 responden dengan sampel 147 responden, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Hasil penelitian diketahui lansia yang sering mengkonsumsi makanan mengandung garam yaitu berjumlah 78 orang (53,1 %) dan yang jarang mengkonsumsi makanan mengandung garam 69 orang (46,9%) yang pernah mengalami hipertensi yaitu berjumlah 91 orang (61,9 %) dan yang tidak pernah mengalami hipertensi 56 orang (38,1%). Hasil uji statistik chi square dengan (α = 0,05) didapatkan hasil p value 0,000 yang artinya ada Hubungan Konsumsi Makanan Mengandung Garam dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Desa Paduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember. Semakin sering konsumsi makanan mengandung garam maka semakin besar kemungkinan lansia mengalami hipertensi atau juga berisiko mengalami hipertensi. Hasil penelitian, Direkomendasikan untuk dapat bermanfaat bagi tempat pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan tempat kesehatan lainnya sebagai sarana dan sumber informasi guna optimalisasi pelayanan keperawatan yang lebih efektif dapat memberikan edukasi kepada lansia tentang pentingnya mengurangi konsumsi makanan mengandung garam untuk mengurangi kasus hipertensi mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi, serta mengatur pola makan dan secara rutin untuk memeriksa tekanan darah.