Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN DALAM ACTIVITIES OF DAILY LIVING (ADL) DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI DESA WRINGINPITU KECAMATAN TEGALDLIMO KABUPATEN BANYUWANGI
RAMADANI EKANANDA KURNIAWAN (2016) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Individu dengan tingkat kemandirian yang baik dalam aktivitas sehari-hari mereka cenderung mengalami depresi lebih kecil. Selain itu, individu juga akan merasa lebih bahagia dalam menjalani kesehariannya. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mencari hubungan antara dua variabel yang diteliti dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu variabel independen dan dependen diukur secara simultan, sesaat atau satu kali saja dalam satu waktu. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lanjut usia laki-laki dan perempuan sejumlah 273 yang tinggal di Desa Wringinpitu Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi dengan sampel sejumlah 82 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen tingkat kemandirian dalam ADL yang digunakan yaitu kuesioner kemandirian aktivitas, sedangkan instrumen yang digunakan untuk tingkat depresi yaitu Geriatric depression scale. Hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan uji statistik korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian setelah dilakukan uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat kemandirian dalam ADL dengan tingkat depresi pada lansia dengan hasil ρ value 0,000. Hasil analisa data ini adalah lansia sebagian besar total dibantu dalam aktivitasnya sebesar 65,9% (54 orang) dan lansia yang depresi sebesar 64,6% (53 orang). Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara tingkat kemandirian dalam ADL dengan tingkat depresi pada lansia di Desa Wringinpitu Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi. Rekomendasi penelitian ini adalah memperbaiki tingkat kemandirian activities of daily living dengan tingkat depresi lansia sehingga menciptakan kehidupan masa tua menuju bahagia.
Ringkasan Alternatif
Individuals with a good level of independence in their daily activities tend to be less depressed. Furthermore, the individual will also feel happier in their daily living. This research is a correlation study aimed to explore the relationship between two variables, they were evaluated using cross-sectional approach that is independent and dependent variables were measured simultaneously, for a moment or just once at a time. The populations in this study were all elderly amounted 273 who lived in In cluster Wringinpitu District Tegaldlimo-Banyuwangi, the number of sample amounted of 82 respondens. Sampling technique is using purposive sampling. An instrument of independence in ADL is using questionnaires independence in activities, while the instrument used to perform a Depression Levels is the Geriatric Depression Scale depression (GDS). The results were analyzed using statistical test with Spearman Rank correlation. The results after the statistical test showed that there is a relationship level of independence in ADL Behavior In Elderly With Depression Levels In In village Wringinpitu District Tegaldlimo-Banyuwangi with P value 0.000. Results of analysis of these data is mostly elderly assisted in their deliberations total of 65.9% (54 people) and elderly depression of 64.6% (53 people). The conclusion of this study is that there is a relationship between the level of independence in ADL with the level of depression in the elderly in the village Wringinpitu Tegaldlimo Banyuwangi district. Recommendation of this study is to improve the level of independence of activities of daily living with elderly depression levels so as to create a happy life to the old age.
Sumber
Judul Serupa
- HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN DALAM ACTIVITIES OF DAILY LIVING (ADL) DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI DESA WRINGINPITU KECAMATAN TEGALDLIMO KABUPATEN BANYUWANGI