Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
HUBUNGAN TIPE KELUARGA DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL PADA ANAK AUTIS DI SLB-B DAN AUTIS TPA JEMBER
Findi Arini (2017) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan yang terjadi pada anak. Anak dengan gangguan autis memiliki keterlambatan dalam perkembangannya. Mereka memiliki keterbatasan dalam berinteraksi dengan orang lain. Perkembangan sosial pada anak sangat dipengaruhi oleh agen sosialnya. Hal yang paling utama dalam proses perkembangan sosial adalah keluarga. Keluarga memiliki peranan besar dalam perkembangan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tipe keluarga dengan perkembangan sosial pada anak autis di SLB-B dan Autis dengan pendekatan cross sectional. Tehnik sampling yang digunakan yaitu total sampling pada seluruh siswa autis di SLB-B dan Autis TPA Jember sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner tipe keluarga dan lembar observasi perkembangan sosial. Analisa data menggunakan uji chi square dengan tingkat signifikan 5% (0,05). Hasil analisa menunjukkan siswa dengan tipe keluarga nuclear family sebanyak 15 responden (50%), sedangkan siswa dengan tipe keluarga extended family sebanyak 15 responden (50%). Sedangkan untuk perkembangan sosial diperoleh 19 responden (63.3%) dengan perkembangan sosial rendah (kurang), 5 responden (16.7%) dengan perkembangan sosial cukup dan 6 responden (20%) dengan perkembangan sosial baik. Hasil uji statistik chi square diperoleh nilai 0,000 dengan α ≤ 0.05. kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan tipe keluarga dengan perkembangan sosial pada anak autis di SLB-B dan Autis TPA Jember. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan untuk lebih meningkatkan terapi untuk perkembangan sosial pada siswa autis yang masih rendah.
Ringkasan Alternatif
Autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan yang terjadi pada anak. Anak dengan gangguan autis memiliki keterlambatan dalam perkembangannya. Mereka memiliki keterbatasan dalam berinteraksi dengan orang lain. Perkembangan sosial pada anak sangat dipengaruhi oleh agen sosialnya. Hal yang paling utama dalam proses perkembangan sosial adalah keluarga. Keluarga memiliki peranan besar dalam perkembangan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tipe keluarga dengan perkembangan sosial pada anak autis di SLB-B dan Autis dengan pendekatan cross sectional. Tehnik sampling yang digunakan yaitu total sampling pada seluruh siswa autis di SLB-B dan Autis TPA Jember sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner tipe keluarga dan lembar observasi perkembangan sosial. Analisa data menggunakan uji chi square dengan tingkat signifikan 5% (0,05). Hasil analisa menunjukkan siswa dengan tipe keluarga nuclear family sebanyak 15 responden (50%), sedangkan siswa dengan tipe keluarga extended family sebanyak 15 responden (50%). Sedangkan untuk perkembangan sosial diperoleh 19 responden (63.3%) dengan perkembangan sosial rendah (kurang), 5 responden (16.7%) dengan perkembangan sosial cukup dan 6 responden (20%) dengan perkembangan sosial baik. Hasil uji statistik chi square diperoleh nilai 0,000 dengan α ≤ 0.05. kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan tipe keluarga dengan perkembangan sosial pada anak autis di SLB-B dan Autis TPA Jember. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan untuk lebih meningkatkan terapi untuk perkembangan sosial pada siswa autis yang masih rendah.