Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
IDENTIFIKASI
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KEGAGALAN RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DITINJAU DARI
PERSPEKTIF PEDAGANG
( Studi Kasus Kawasan Pedagang Kaki Lima di Jl. Arjuna, Kota Bandung )
Wibowo Rianto (2006) | Skripsi | Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota , Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
Bagikan
Ringkasan
Pemerintah Kota Bandung berupaya mengatasi kehadiran pedagang kaki
lima yang mengganggu ketertiban, kebersihan dan keindahan di Jalan Arjuna.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah, yaitu merelokasikan pedagang
kaki lima ke lokasi yang telah disiapkan sebagai tempat untuk menampung
pedagang kaki lima, yaitu Pasar Ciroyom. Kenyataan di lapangan, proses
relokasi mengalami kegagalan, karena Pasar Ciroyom masih tetap sepi dari
kegiatan perdagangan. Sedangkan tujuan penelitian ini, untuk mengidentifikasi
faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan relokasi pedagang kaki lima di Pasar
Ciroyom yang ditinjau dari persepsi pedagang. Sasaran yang dilakukan untuk
mencapai tujuan penelitian, yaitu: mengidentifikasi karakteristik PKL,
mengidentifikasi persepsi PKL terhadap relokasi, mengidentifikasi dalam proses
relokasi dan mengidentifikasi persepsi PKL terhadap lokasi berdagang di Pasar
Ciroyom dibandingkan di Jalan Arjuna. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini yaitu metode tabulasi silang, untuk mengetahui mengetahui frekuensi dan
presentase variabel yang diteliti dengan cara menyilangkan variabel-variabel
yang diduga memiliki keterkaitan.
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini, sebagian PKL berpendapat
tidak setuju dengan kegiatan relokasi yang telah dicanangkan oleh pemerinta dan
sebagian lain setuju dengan kegiatan relokasi. Dalam proses relokasi, PKL tidak
ikut dilibatkan oleh Pemerintah Kota Bandung, dan PKL lebih memilih Jalan
Arjuna sebagai lokasi yang memiliki peluang konsumen berbelanja tinggi
dibandingkan dengan Pasar Ciroyom.
Diperoleh dua faktor yang dianggap mempengaruhi kegagalan relokasi,
yaitu :
1. Rendahnya peluang konsumen berbelanja di Pasar Ciroyom,
2. Dan tidak sebandingnya antara biaya operasional dengan omzet yang
diperoleh di Pasar Ciroyom.
Ringkasan Alternatif
Pemerintah Kota Bandung berupaya mengatasi kehadiran pedagang kaki
lima yang mengganggu ketertiban, kebersihan dan keindahan di Jalan Arjuna.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah, yaitu merelokasikan pedagang
kaki lima ke lokasi yang telah disiapkan sebagai tempat untuk menampung
pedagang kaki lima, yaitu Pasar Ciroyom. Kenyataan di lapangan, proses
relokasi mengalami kegagalan, karena Pasar Ciroyom masih tetap sepi dari
kegiatan perdagangan. Sedangkan tujuan penelitian ini, untuk mengidentifikasi
faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan relokasi pedagang kaki lima di Pasar
Ciroyom yang ditinjau dari persepsi pedagang. Sasaran yang dilakukan untuk
mencapai tujuan penelitian, yaitu: mengidentifikasi karakteristik PKL,
mengidentifikasi persepsi PKL terhadap relokasi, mengidentifikasi dalam proses
relokasi dan mengidentifikasi persepsi PKL terhadap lokasi berdagang di Pasar
Ciroyom dibandingkan di Jalan Arjuna. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini yaitu metode tabulasi silang, untuk mengetahui mengetahui frekuensi dan
presentase variabel yang diteliti dengan cara menyilangkan variabel-variabel
yang diduga memiliki keterkaitan.
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini, sebagian PKL berpendapat
tidak setuju dengan kegiatan relokasi yang telah dicanangkan oleh pemerinta dan
sebagian lain setuju dengan kegiatan relokasi. Dalam proses relokasi, PKL tidak
ikut dilibatkan oleh Pemerintah Kota Bandung, dan PKL lebih memilih Jalan
Arjuna sebagai lokasi yang memiliki peluang konsumen berbelanja tinggi
dibandingkan dengan Pasar Ciroyom.
Diperoleh dua faktor yang dianggap mempengaruhi kegagalan relokasi,
yaitu :
1. Rendahnya peluang konsumen berbelanja di Pasar Ciroyom,
2. Dan tidak sebandingnya antara biaya operasional dengan omzet yang
diperoleh di Pasar Ciroyom.