Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Identifikasi Standardisasi Dan Penilaian Tingkat Retroreflektifitas Rambu Lalu Lintas Di Jalan Soekarno Hatta Bandung
Dewi Mustika (2020) | Tugas Akhir | Teknik Sipil
Bagikan
Ringkasan
Bandung merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Barat yang memiliki populasi cukup padat. Jalan Soekarno Hatta merupakan jalan arteri primer yang memenuhi persyaratan dimana sering terjadi kecelakaan. Lokasi kecelakaan paling tinggi di Jalan Soekarno berdasarkan penelitian sebelumnya (2018) terdapat pada STA 4+000-5+000, STA 7+000-8+000, STA 10+000-11+000, STA 13+000-14+000, dan STA 15+000-16+000. Salah satu upaya untuk menekan jumlah kecelakaan berdasarkan faktor lingkungan dengan memasang rambu lalu lintas pada setiap jalan yang rawan kecelakaaan. Sebelum dipasang rambu tambahan yang mungkin dibutuhkan, dilakukan identifikasi terhadap standardisasi rambu yang terpasang berdasarkan PM No.13 Tahun 2014 dengan melalukan survei tinggi rambu dan jarak penempatan rambu. Untuk mengetahui Rambu tersebut masih reflektif kemudian dilakukan pengujian tingkat retroreflektifitas rambu dengan menggunakan alat RetroSign berdasarkan ASTM D4956-04. Rambu yang terpasang di 5 STA tersebut berjumlah 38 buah rambu dengan persentase rambu yang memenuhi standardisasi rambu lalu lintas sebesar 15,79% dan untuk persentase tingkat retroreflektifitas rambu sebesar 18,42%. Kata Kunci: Rambu Lalu Lintas, Retrosign, Retroreflektfitas.
Ringkasan Alternatif
Bandung is the capital of West Java Province which has a fairly dense population. Soekarno Hatta road is a primary arterial road that meets requirements where accidents occur frequently. The highest accident location on Soekarno Street based on previous research (2018) is found at STA 4+000-5+000, STA 7+000-8+000, STA 10+000-11+000, STA 13+000-14+000, dan STA 15+000-16+000. One effort is to reduce the number of accidents based on environmental factors by installing traffic signs on every road that is prone to accidents. Before additional signs that might be needed, identification of the most standardized signs is based on PM No.13 of 2014 by conducting a sign height survey and the distance of placement of signs. To find out the signs are still reflective then the level of retroreflectivity of signs is done using the RetroSign tool based on ASTM D4956-04. Signs installed in the 5 STAs amounted to 38 signs with the percentage of signs that met the traffic sign standardization amounting to 15.79% and for the percentage level of signs retroreflectivity of 18.42%. Keywords: Traffic Signs, Retrosign, Retrorefectivity.
Sumber