Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Intervensi Militer Perancis Dalam Melawan Al-Qaeda In The Islamic Maghreb (AQIM) di Mali
Windy Anggraini NIM. (2014) | Skripsi | Hubungan Internasional , Hubungan Internasional
Bagikan
Ringkasan
Jatuhnya tampuk Pemerintahan Presiden Amadou Toumani Toure pada Maret 2012, oleh kaum Tuareg dan situasi politik yang semakin diguncang oleh kemunculan berbagai kelompok teroris seperti : National Movement for the Liberation of Acawad (MNLA), Anshar al Dine, Movement for Oneness and Jihad in West Africa (MUJAO), Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM) yang semakin memperpanas situasi politik yang ada di Mali. Hal tersebut memberikan respon balik, terutama bagi Perancis yang noktabennya merupakan negara yang pernah mengkolonisasi Mali untuk terus berupaya mempertahankan power serta pengaruhnya di Mali, dibuktikan dengan segera mengirimkan bala tentaranya dalam aksi intervensi militer Perancis di Mali demi pengamanan situasi politik yang tengah terguncang dikawasan tersebut. Metode penelitian yang dipergunakan bersifat kualitatif. Maka, sebagian besar data-data akan dikumpulkan melalui studi pustaka, penelusuran melalui Website maupun lewat wawancara dari berbagai informan. Data-data yang terkumpul kemudian akan dianalisis melalui pendekatan dan teori-teori yang masih erat kaitannya dengan Ilmu Hubungan Internasional.Penelitian ini akan terfokus pada teori-teori Diplomasi Hubungan Internasional Timur Tengah dan Afrika yang mana kajian studi tersebut secara langsung memberikan gambaran mengenai kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya dan sejarah khususnya untuk Mali sendiri yang masih menjadi bagian Benua Afrika. Selain itu, teori-teori lainnya sebagai pendukung dari penelitian, berupa Hukum Internasional, Analisis Politik Luar Negeri dan Organisasi Internasional.Hasil penelitian menunjukan adanya kepentingan-kepentingan kuat yang digalangkan oleh setiap kelompok-kelompok yang bertikai di dalam perseteruan di negara Mali. Baik itu dari pihak masyarakat Mali, para kelompok teroris, bahkan Perancis serta negara-negara yang mendukung pelaksanaan intervensi militer Perancis ke Mali dengan memanfaatlan isu stabilitas pertahanan dan keamanan internasional sebagai tolak ukur pembenaran terhadap nilai Hukum Internasional yang berlaku.
Ringkasan Alternatif
The fall of President Amadou Toumani Toure of the reins government in March 2012, by the Tuareg and the political situation is getting rocked by the emergence of terrorist groups such as : National Movement for the Liberation of Acawad (MNLA), Anshar al Dine, Movement for Oneness and Jihad in West Africa (MUJAO), Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM) increasingly destabilize political situation in Mali. It gives a response back, especially for the French ever colonize Mali, to continue to maintain power and influence in Mali, evidenced by immediately sending army in action French military intervention in Mali for securing the political situation of that region being shaken. This research approach is qualitative. Then, most of the data will be collected through library, browsing via website and interviews of various informants. The data collected will then be analyzed using the approaches and theories that are closely related to Science International Relations. This study will focus on the theories of International Relations Diplomacy in Middle East and Africa with the study directly provides an overview of the political, economic, cultural and social history, especially for Mali that is still part of the African. In addition, other theories as a supported of research in the form of International Law, Foreign Policy Analysis and International Organization. The results showed existence interests are docked by all conflicting groups in the country of Mali. It come from the people of Mali, the terrorist group, France and the countries that support the military intervention of France to Mali, by using stability issues of defense and international security as a measure of justification for the value of the applicable international law.