Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Kajian Pustaka Kinerja Pengeringan Bawang Merah Menggunakan Tray Dryer
Egita Maulida Herdiani (2021) | Tugas Akhir | -
Bagikan
Ringkasan
Bawang merah (Allium cepa L.) menjadi salah satu bahan penyedap makanan yang sering digunakan oleh masyarakat untuk dapat memberi aroma, rasa dan dapat meningkatkan selera makan. Studi literatur dilakukan dengan pengolahan data yang didapatkan dari beberapa sumber literatur. Data-data tersebut diolah sehingga menghasilkan kurva laju pengeringan dan effisiensi pengeringan. Dari kurva pengeringan dapat diperoleh laju pengeringan (Rc), kadar air kesetimbangan (X*), dan kadar air kritis (Xc). Literatur yang digunakan yaitu penelitian yang tanpa menggunakan adsorben dan penelitian dengan menggunakan adsorben. Pada penelitian pertama (tanpa menggunakan adsorben) menggunakan variasi suhu pada range 50-70Ãâ¹ÃÅ¡C, waktu pengeringan selama 6-7 jam dan laju udara pengeringan 2,0 m/s. Pengeringan tanpa adsorben dilakukan pada kadar air awal 82.46% hingga mencapai 13.37%. Pada penelitian kedua (dengan menggunakan adsorben) proses pengeringan menggunakan berbagai macam adsorben berupa zeolite, silica gel dan karbon aktif dengan variasi suhu pada range 40-70oC, laju udara pengeringan 6.5 m/s dan waktu pengeringan selama 2 jam. Pengeringan dengan adsorben dilakukan pada kadar air awal 50% hingga pada zeolite mencapai 0.99%, pada silica gel sebesar 1.48% dan pada karbon aktif sebesar 4.76%. Pengeringan bawang merah dengan tanpa adsorben pada suhu 70Ãâ¹ÃÅ¡C menghasilkan kadar air kesetimbangan 0.0916 kg air/kg berat kering, kadar air kritis sebesar 2.3044 kg air/kg berat kering, dan laju pengeringan konstan sebesar 1.2966 kg/jam.m2. Sementara pada pengeringan tanpa adsorben dengan adsorben terbaik, yaitu zeolite di suhu 70Ãâ¹ÃÅ¡C menghasilkan kadar air kesetimbangan 0.01 kg air/kg berat kering, kadar air kritis sebesar 0.05 kg air/kg berat kering, dan laju pengeringan konstan sebesar 0.1521 kg/jam.m2. Effisiensi paling baik yang dihasilkan dari pengeringan bawang merah tanpa adsorben sebesar 90% di suhu 60 C.
Ringkasan Alternatif
Shallots (Allium cepa L.) are a food flavoring ingredient that is often used by the public to be able to give aroma, taste and increase appetite. The literature study was carried out by processing data obtained from several literature sources. These data are processed to produce a drying rate curve and drying efficiency. From the drying curve, the drying rate (Rc), equilibrium water content (X*), and critical water content (Xc) can be obtained. The literature used is research without using adsorbents and research using adsorbents. In the first study (without using adsorbent) using temperature variations in the range 50-70Ãâ¹ÃÅ¡C, drying time of 6-7 hours and drying air rate of 2.0 m / s. Drying without adsorbent was carried out at an initial moisture content of 82.46% to 13.37%. In the second study (using adsorbent) the drying process used various kinds of adsorbents in the form of zeolite, silica gel and activated carbon with temperature variations in the range 40-70oC, air rate of drying 6.5 m/s and drying time of 2 hours. Drying with adsorbent was carried out at an initial moisture content of 50% until the zeolite reached 0.99%, 1.48% for silica gel and 4.76% on activated carbon. Drying shallots without adsorbent at 70Ãâ¹ÃÅ¡C resulted in an equilibrium moisture content of 0.0916 kg water/kg dry weight, a critical water content of 2.3044 kg water/kg dry weight, and a constant drying rate of 1.2966 kg/hour.m2. Meanwhile, the drying without adsorbent with the best adsorbent, namely zeolite at 70Ãâ¹ÃÅ¡C, produces a water content of 0.01 kg water/kg dry weight, a critical water content of 0.05 kg water/kg dry weight, and a constant drying rate of 0.1521 kg/hour.m2. The best efficiency resulting from drying shallots without adsorbent is 90% at 60C.