Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Kajian Visual Tanda Politik Pada Video Kampanye Gubenur Jokowi-Basuki (AHOK) Tahun 2012
Nely Sugiarti NIM. (2015) | Skripsi | Desain Komunikasi Visual
Bagikan
Ringkasan
Perkembangan teknologi yang semakin modern dan canggih kini banyak dimanfaatkan oleh sebagian orang yang melihatnya sebagai celah bagi keuntungan mereka. Fenomena yang marak ditahun 2014 kemarin saat pemilihan presiden yaitu pembuatan video kampanye yang diparodikan. Salah satu video kampanye pilkada yang popular dan berhasil mendapatkan perhatian masyarakat yaitu video kampanye Jokowi Ãâ Basuki (Ahok) versi parodi lagu ÃâWhat Makes You BeautifulÃâ dari One Direction pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Pada video tersebut diperlihatkan bagaimana elemen visual, lagu, serta penyampaian pesan yang kreatif juga penyebaran yang tepat dapat menyita perhatian masyarakat. Untuk mengkaji mengenai video kampanye parodi ini dilakukan penelitian guna mengetahui sejauh mana ide politik dapat disampaikan melalui karya visual. Adapun metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan cara deskriptifmenggunakan metode citra visual (imagologi). Dari video kampanye parodi tersebut dapat disimpulkan bahwa ada cara lain yang lebih menyenangkan untuk kegiatan kampanye salah satunya dengan menggunakan video kampanye melalui pendekatan parodi. Pemanfaatan media serta penyampaian yang kreatif menjadi strategi dalam merebut perhatian masyarakat.
Ringkasan Alternatif
The increasing of development moderen technology a sophisticated is currently widely used by some people who see it as a gap to their advantage. The phenomenon that crowded in 2014 during the presidential election yesterday, which is making a campaign video that parodied. One of them is the popular video elections campaign and managed to get the attention of the public, which is video campaign Jokowi - Basuki (Ahok) parody version of the song "What Makes You Beautiful" from One Direction at the election Governor of Jakarta in 2012. On the video is shown how creative the delivery of messages elements visual, songs, as well as the proper deployment to public attention. To reviewing about this video of parody compaign carried research to know how far the political ideas can be conveyed through visual works. The method used be qualitative by way of descriptive using visual imagery (imagologi). From the campaign video parody can be concluded that there were other ways more fun for campaign activities one of them by using video campaigns through parody approach. The utilization media and delivery of creative to be a strategy in seizing the publics attention.