Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
KEMANDIRIAN WANITA KARIR LAJANG DEWASA AWAL
Devy Tri Hapsari (2016) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Kemajuan jaman dan teknologi serta adanya kesempatan memperoleh pendidikan yang setara telah memotivasi kaum wanita untuk semakin mengaktualisasikan kemampuannya. Kondisi ini juga menimbulkan adanya perubahan nilai dalam masyarakat, dimana yang dulu usia 20 bagi wanita yang belum menikah sudah dianggap terlambat sekarang dianggap sebagai hal yang biasa, sehingga mengakibatkan masih banyak wanita yang sudah berusia di atas 30 tahun belum menikah. Walaupun dengan adanya pandangan negatif dari masyarakat sekitar tentang status pernikahannya namun wanita lajang tetap merasa nyaman dengan keadaan tersebut. Wanita lajang di Banyuwangi tidak lagi merasa resah dan gelisah ketika usia yang seharusnya sudah membentuk keluarga dan memiliki keturunan belum dilakukan. Fenomena ini menunjukkan bahwa perempuan dewasa saat ini lebih memilih untuk hidup melajang daripada menikah karena perempuan lajang memiliki kemandirian ekonomi yang cukup sehingga tidak lagi membutuhkan bantuan dari orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemandirian wanita lajang dewasa awal. Penelitian ini melibatkan 23 wanita lajang dengan karakteristik yaitu berusia 30-40 tahun, bekerja, belum atau tidak menikah, dan berdomisili di Banyuwangi. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala yaitu skala kemandirian yang terdiri dari 38 item (α = 0,939). Analisis data menggunakan prosentase. Hasil prosentase secara keseluruhan didapatkan bahwa sebagian besar wanita karir lajang di Banyuwangi memiliki kemandirian sedang dengan prosentase sebesar 65,2% (15 orang), tinggi 17,4% (4 orang), dan rendah 17,4% (4 orang). Wanita karir lajang memiliki kemandirian secara finansial namun masih memiliki kemandirian yang sedang secara emosional, perilaku, dan nilai.
Ringkasan Alternatif
Kemajuan jaman dan teknologi serta adanya kesempatan memperoleh pendidikan yang setara telah memotivasi kaum wanita untuk semakin mengaktualisasikan kemampuannya. Kondisi ini juga menimbulkan adanya perubahan nilai dalam masyarakat, dimana yang dulu usia 20 bagi wanita yang belum menikah sudah dianggap terlambat sekarang dianggap sebagai hal yang biasa, sehingga mengakibatkan masih banyak wanita yang sudah berusia di atas 30 tahun belum menikah. Walaupun dengan adanya pandangan negatif dari masyarakat sekitar tentang status pernikahannya namun wanita lajang tetap merasa nyaman dengan keadaan tersebut. Wanita lajang di Banyuwangi tidak lagi merasa resah dan gelisah ketika usia yang seharusnya sudah membentuk keluarga dan memiliki keturunan belum dilakukan. Fenomena ini menunjukkan bahwa perempuan dewasa saat ini lebih memilih untuk hidup melajang daripada menikah karena perempuan lajang memiliki kemandirian ekonomi yang cukup sehingga tidak lagi membutuhkan bantuan dari orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemandirian wanita lajang dewasa awal. Penelitian ini melibatkan 23 wanita lajang dengan karakteristik yaitu berusia 30-40 tahun, bekerja, belum atau tidak menikah, dan berdomisili di Banyuwangi. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala yaitu skala kemandirian yang terdiri dari 38 item (α = 0,939). Analisis data menggunakan prosentase. Hasil prosentase secara keseluruhan didapatkan bahwa sebagian besar wanita karir lajang di Banyuwangi memiliki kemandirian sedang dengan prosentase sebesar 65,2% (15 orang), tinggi 17,4% (4 orang), dan rendah 17,4% (4 orang). Wanita karir lajang memiliki kemandirian secara finansial namun masih memiliki kemandirian yang sedang secara emosional, perilaku, dan nilai.
Sumber
Judul Serupa
  • KEMANDIRIAN WANITA KARIR LAJANG DEWASA AWAL