Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Kinerja Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Subang (Studi Kasus Pelayanan Mutasi Pindah Wilayah Internal SKPD)
Intan Putri Rahayu NIM. (2014) | Skripsi | Ilmu Pemerintahan , Ilmu Pemerintahan
Bagikan
Ringkasan
Penelitian ini dilakukan karena dilatar belakangi oleh adanya beberapa masalah yaitu kinerja BKD yang kurang berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari kurangnya sumber daya manusia pada pelayanan mutasi. Masih ada beberapa aparatur pelayanan mutasi yang memiliki latar belakang pendidikan yang rendah. BKD dalam memberikan pelayanan mutasi belum menggunakan SOP. Anggaran keuangan yang digunakan untuk fasilitas pendukung pelayanan mutasi masih kurang. Aparatur banyak yang terlambat masuk kerja sehingga mengakibatkan pelayanan mutasi terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Subang pada pelayanan mutasi pindah wilayah internal SKPD. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kinerja organisasi menurut Chaizi Nasucha. Menurut Chaizi Nasucha kinerja organisasi memiliki empat indikator yang digunakan yaitu, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi dan equity. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melalui studi lapangan dan observasi serta dengan melakukan wawancara, informan dalam penelitian ini adalah aparatur Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Subang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, akuntabilitas BKD dapat terlihat dari setiap aparatur bidang mutasi dalam memberikan pelayanan mutasi memiliki tanggungjawab terhadap pimpinan dan para PNS yang dimutasi. Efektivitas, masih kekurangan aparatur bidang mutasi dan masih ada aparatur dengan latar belakang pendidikan yang kurang. Efisiensi terlihat dari pelayanan mutasi yang diberikan tidak menggunakan SOP sehingga waktu yang digunakan untuk pelayanan mutasi tidak tetap, Selain itu dalam pelayanan mutasi membutuhkan anggaran yang cukup besar terutama pada kebutuhan akses internet. Equity dapat dilihat dari pelayanan yang diberikan BKD secara adil tanpa membeda-bedakan yang dilayani serta transparansi dalam memberikan pelayanan mutasi.
Ringkasan Alternatif
This research was conducted as background by the several issues that are less BKD performance went well. This is evident from the lack of human resources in the service of the mutation. There are still some mutations service personnel who have a low educational background. BKD in providing services mutations have not been using SOP. Financial budget is used to support facility services mutations is still lacking. Apparatus many were late for work causing mutation disrupted services. This study aims to investigate the performance of the Regional Employment Board Subang to service the internal region mutations moved on education. The theory used in this study is the theory of organizational performance according Chaizi Nasucha. According to the organization's performance Chaizi Nasucha have used four indicators, namely, accountability, effectiveness, efficiency and equity. The method used is descriptive method with qualitative approach. The data collection techniques were used in this research is through field studies and observations and by conducting interviews, informants in this study is the apparatus of the Regional Employment Agency Subang using purposive sampling technique. Based on the research results, accountability BKD can be seen from any apparatus in the field of providing services mutation mutation has responsibility for the leadership and the civil servants were transferred. Effectiveness, there is still a shortage of personnel and there are still areas mutations apparatus with less educational background. Efficiency visible from a given service mutations do not use the SOP so that the time used to service non-permanent mutations, mutations addition in service requires substantial budget, especially on the internet access needs. Equity can be seen from the services provided BKD fairly without discrimination served as well as transparency in providing services mutation.
Sumber