Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
KLASIFIKASI PENYAKIT SALMONELLOSIS PADA ITIK PEDAGING MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES
Nurul Wemi Ispriyani (2016) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Pengklasifikasian itik pedaging dengan metode Naïve Bayes. Penelitian dimulai dengan pengumpulan data itik pedaging yang didapat dari peternakan Itik. Dari keseluruhan data tersebut belum terklasifikasi dengan baik, sehingga menyulitkan dalam proses penentuan itik pedaging yang terjangkit penyakit salmonellosis. Permasalahan diatas maka penulis memberikan solusi untuk mengklasifikasikan data itik pedaging yang belum terklasifikasi tersebut dengan menggunakan metode Naïve Bayes. Naïve Bayes merupakan classifier yaitu metode yang dapat mengklasifikasikan data. Dari dataset sebanyak 150 data yang diuji sebanyak 5 kali pengujian dengan menggunakan Cross Validation dihasilkan akurasi rata-rata sebanyak 84%. Dari hasil akurasi rata-rata yang diperoleh maka metode naive bayes layak digunakan untuk klasifikasi penyakit salmonella pada itik pedaging.
Ringkasan Alternatif
Classification of broiler ducks with Naïve Bayes method. The study began with the collection of data obtained from broiler ducks duck farms. Of all the data has not been classified properly, making it difficult in the process of determining the broiler ducks infected with salmonellosis disease. The above problems, the authors provide a solution for broiler ducks classify the data that are not yet classified using Naïve Bayes. Naïve Bayes classifier is a method that can classify the data. From a dataset of 150 data tested 5 times by using the Cross Validation test produced average accuracy by 84%. Of the average accuracy results obtained by the Naive Bayes method suitable for use in disease classification salmonella in broiler ducks.