Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
MULTIPLIKASI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) PADA BERBAGAI MEDIA TANAM
Ayu Wulandari (2016) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Jamur tiram putih, adalah golongan dari Ãâfungi saprobikÃâ. nama ini diambil karena jamur jenis ini mengambil makanan dengan mendegradasi sampah organik atau bangkai hewan di sekitar populasi mereka. Faktor penentu utama untuk mendapatkan hasil panen yang baik dari jamur tiram ialah dengan pemilihan serta pembuatan media yang benar untuk biakan murni. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kecepatan pertumbuhan miselium pada media agar yang berbeda terhadap isolasi F0 jamur tiram putih, serta mengetahui kecepatan pertumbuhan miselium pada berbagai media biji-bijian dari bibit generasi F1 jamur tiram putih. Penelitian dilakukan dengan dua tahap, yaitu; tahap pertama pembuatan F0, dan tahap kedua pembuatan F1. Pada kegiatan pertama, penelitian dilakukan untuk mendapatkan formulasi media isolasi untuk kecepatan pertumbuhan miselium, kegiatan kedua berupa sebuah rancangan acak secara berkelompok (RAK) dengan menggunakan 7 media yang berbeda. Perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut: JG = Jagung, BM = Beras Merah, KM = Kacang Merah, KD = Kedelai, JBM = Jagung + Beras Merah, JKM = Jagung + Kacang Merah, JK = Jagung + Kedelai, yang masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali, tiap perlakuan ada 3 botol berisi media bibit jamur tiram putih, sehingga dibutuhkan 84 botol. Hasil Penelitian menunjukan bahwa ÃâperlakuanÃâ pada media F0 dari Potato Dextrose Agar (PDA) memberikan hasil terbaik terhadap kecepatan tumbuh miselium jamur tiram (Pleurotus ostreatus). Perlakuan sebuah 'media bibit indukan' F1 dari berbagai media biji-bijian secara umum memberikan hasil lebih baik terhadap presentase dari banyaknya botol yang ditumbuhi miselium, dan tidak adanya botol yang terkontaminasi. Namun pada kasus ini, pada laju pertumbuhan miselium media jagung lebih cepat dan menghasilkan miselium bibit jamur tiram yang sehat dengan permukaan putih bersih, serta pertumbuhannya yang kompak dan lebat.
Ringkasan Alternatif
Oyster mushroom, are a class of Ãâsaprobic fungiÃâ. This name was taken because of this type of fungus taking food by degrade organic waste or carcass animals around their population. The main deciding factor to get a good harvest of oyster mushroom is the correct selection and preparing media for pure breeding. The purpose of this study was to determine the rate of growth of mycelium on different media agar toward isolation F0 oyster mushroom (Pleurotus ostreatus), and to know the rate of growth of mycelium on various grains media of seed F1 generation of oyster mushroom. The study was conducted in two stages, are; the first stage is the manufacture of F0. and the second stage is the manufacture of F1. In the first activity, studies were performed to obtain isolation media formulations - for the growth rate of mycelium, the second activity in the form of a randomized design in groups (RAK/Rancangan Acak Kelompok) using seven different media. The treatments were as follows: JG = Corn, BM = Red Rice, KM = Red Beans, KD = Soybean, JBM = Corn + Red Rice, JKM = Corn + Red Bean, JK = Corn + Soy, which each treatment repeated four times, every treatment there are three bottles of white oyster mushroom seeds media, so it takes 84 bottles. Research shows that Ãâthe treatmentÃâ in the media F0 of Potato Dextrose Agar (PDA) provides the best results on the rate of growth oyster mushroom mycelium (Pleurotus ostreatus). Treatment of media of seed breeders F1 from various media grains generally gives better results toward percentage of the number of bottles were overgrown the mycelium, and no bottles were contaminated. But in this case, the growth rate of mycelium media of corn is faster and produce mycelium mushroom seeds oysters are healthy with a clean white surface, as well as a compact and dense growth.