Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
OBSERVASI PERTUMBUHAN, HASIL DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L) SETELAH APLIKASI SEED TREATMENT YANG BERBEDA
Febi Anggriawan (2016) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui respon beberapa bahan aktif terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman jagung (Zea mays L). Untuk mengetahui respon perlakuan benih terhadap intensitas serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Penelitian ini dilakukan dilahan Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember Jl. Sriwijaya Kabupaten Jember selama 3 bulan sampai masa panen mulai tanggal 30 September 2013 sampai dengan 20 Desember 2013.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Adapun seed treatmen yang berbeda yaitu Decis 2.5 EC 0.06 cc 4 ml/ kg benih jagung (A), Decis 2.5 EC 0.06 cc 5 ml (B), Decis 2.5 EC 0.06 cc 6 ml (C), Cruiser 4 ml (D), Cruiser 5 ml (E), Cruiser 6 ml (F), Decis 2.5 EC 0.06 cc 4 ml+Cruiser 4 ml (G), Decis 2.5 EC 0.06 cc 5 ml+Cruiser 5 ml (H), Decis 2.5 EC 0.06 cc 6 ml+Cruiser 6 ml. (I), Decis 2.5 EC 0.06 cc 4 ml+Acrobat 4.5 ml (J), Decis 2.5 EC 0.06 cc 5 ml+Metalaxyl 5 gram (K), dan Kontrol (tanpa pestisida) (L). Masing masing perlakuan di ulang 3 kali. Apabila perlakuan menunjukkan pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sead treatment yang berbeda tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tetapi berpengaruh terhadap hasil yaitu perlakuan cruiser 4 ml dan perlakuan cruiser 5 ml memberikan hasil terbaik dengan jumlah tongkol sehat sebanyak 100 dan 110. Aplikasi seed treatment menekan serangan hama belalang, hama penggerek batang, dan serangan ulat grayak dengan perlakuan Decis 2.5 EC 0.06 cc 6 ml+Cruiser 6 ml (I), Cruiser 4 ml (D), Decis 2.5 EC 0.06 cc 5 ml+Cruiser 5 ml (H), Cruiser 6 ml (F), dengan tingkat serangan hanya 11,25 % - 12,5 % untuk serangan hama belalang, 5% Ãâ 6,25% untuk serangan penggerek batang, dan 7,33 % - 7,67 % untuk serangan hama ulat grayak.
Ringkasan Alternatif
Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui respon beberapa bahan aktif terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman jagung (Zea mays L). Untuk mengetahui respon perlakuan benih terhadap intensitas serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Penelitian ini dilakukan dilahan Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember Jl. Sriwijaya Kabupaten Jember selama 3 bulan sampai masa panen mulai tanggal 30 September 2013 sampai dengan 20 Desember 2013.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Adapun seed treatmen yang berbeda yaitu Decis 2.5 EC 0.06 cc 4 ml/ kg benih jagung (A), Decis 2.5 EC 0.06 cc 5 ml (B), Decis 2.5 EC 0.06 cc 6 ml (C), Cruiser 4 ml (D), Cruiser 5 ml (E), Cruiser 6 ml (F), Decis 2.5 EC 0.06 cc 4 ml+Cruiser 4 ml (G), Decis 2.5 EC 0.06 cc 5 ml+Cruiser 5 ml (H), Decis 2.5 EC 0.06 cc 6 ml+Cruiser 6 ml. (I), Decis 2.5 EC 0.06 cc 4 ml+Acrobat 4.5 ml (J), Decis 2.5 EC 0.06 cc 5 ml+Metalaxyl 5 gram (K), dan Kontrol (tanpa pestisida) (L). Masing masing perlakuan di ulang 3 kali. Apabila perlakuan menunjukkan pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sead treatment yang berbeda tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tetapi berpengaruh terhadap hasil yaitu perlakuan cruiser 4 ml dan perlakuan cruiser 5 ml memberikan hasil terbaik dengan jumlah tongkol sehat sebanyak 100 dan 110. Aplikasi seed treatment menekan serangan hama belalang, hama penggerek batang, dan serangan ulat grayak dengan perlakuan Decis 2.5 EC 0.06 cc 6 ml+Cruiser 6 ml (I), Cruiser 4 ml (D), Decis 2.5 EC 0.06 cc 5 ml+Cruiser 5 ml (H), Cruiser 6 ml (F), dengan tingkat serangan hanya 11,25 % - 12,5 % untuk serangan hama belalang, 5% Ãâ 6,25% untuk serangan penggerek batang, dan 7,33 % - 7,67 % untuk serangan hama ulat grayak.