Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Optimalisasi Kolam Detensi Cieunteung Untuk Menanggulangi Banjir Di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat
Anggita Nur Amalina (2020) | Tugas Akhir | Teknik Sipil
Bagikan
Ringkasan
Kecamatan Baleendah merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bandung yang sering mengalami banjir. Banjir tersebut terjadi karena beberapa hal seperti kurangnya daerah resapan dan meluapnya air dari anak Sungai Citarum, yaitu Sungai Cigado. Pemerintah Provinsi Jawa Barat beserta BBWSC (Balai Besar Wilayah Sungai Citarum) melakukan berbagai upaya penanggulangan banjir, salah satunya dengan dibangunnya Kolam Detensi Cieunteung di Kecamatan Baleendah yang sudah mulai beroperasi pada awal tahun 2019. Tetapi adanya kolam detensi tersebut masih belum efektif dalam menurunkan tinggi genangan. Oleh karena itu, Kolam Detensi Cieunteung perlu di optimalisasi. Langkah optimalisasi yang dilakukan adalah dengan menambah dua buah kolam detensi dengan luas masing-masing 0,086 km2 dan 0,181 km2. Rangkaian pengerjaan optimalisasi dilakukan dengan analisis hidrologi untuk mendapatkan debit banjir rencana, juga analisis hidrolika dengan membuat pemodelan aliran sungai sebelum dan sesudah dilakukan optimalisasi pada software HEC-RAS yang selanjutnya dibandingkan untuk mengetahui limpasan dan tinggi muka air banjir. Dari langkah pekerjaan sebelumnya didapat luas limpasan ketika sebelum dan sesudah optimalisasi berturut-turut, yaitu 1,081km2 dan 1,052km2 untuk Q2, 1,133 km2 dan 1,106km2 untuk Q5, dan 1,164km2 dan 1,151km2 cm untuk Q10. Output dari rangkaian pengerjaan diatas berupa design dan layout dua kolam detensi tambahan, beserta RAB (Rencana Anggaran Biaya). Dari hasil design kolam detensi tambahan tersebut, selanjutnya dibuat RAB untuk pekerjaan galian dan dinding penahan tanah dengan total harga keseluruhan pekerjaan Rp 71.924.307.630,-. Kata Kunci: Banjir, Kolam Detensi, HEC-RAS, Cieunteung.
Ringkasan Alternatif
Baleendah District is one of the areas in Bandung Regency which is often flooded. The flood occurred due to several things such as lack of absorption areas and overflow of water from the tributaries of the Citarum River, namely the Cigado River. The Government of West Java Province and BBWSC (Central Citarum River Basin) undertook various flood mitigation efforts, one of which was the construction of the Cieunteung Detention Pool in Baleendah Subdistrict which began operating in early 2019. But the presence of the detention pool is still not effective in reducing the inundation height. Therefore, Cieunteung Detention Pool needs to be optimized. The optimization step taken is to add two detention ponds with an area of 0.086 km2 and 0.181 km2, respectively. The series of optimization works are carried out with hydrological analysis to get the flood discharge plan, also analysis of hydraulics by making river flow modeling before and after optimization in the HEC-RAS software which is then compared to determine the runoff and flood water level. From the previous work step, the runoff area obtained before and after optimization was successive, namely 1,081km2 and 1,052km2 for Q2, 1,133 km2 and 1,106km2 for Q5, and 1,164km2 and 1,151km2 cm for Q10. The output of the above series of work in the form of design and layout of two additional detention pools, along with the RAB (Budget Plan). From the results of the additional detention pond design, a RAB was then made for excavation work and retaining walls with a total work price of Rp 71,924,307,630. Keywords: Flood, Detention, HEC-RAS, Cieunteung.
Sumber