Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Optimalisasi Penggunaan dan Pemanfaatan Aset Lahan sebagai Ruang Terbuka Hijau di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat
Adi Sunardi (2017) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Terdapat aset lahan idle di RS Jiwa Provinsi Jawa Barat seluas 221.225 m2 yang belum dibuat perencanaan pengembangan atas lahan tersebut. Berdasarkan analisis penggunaan tertinggi dan terbaik, alternatif pengembangan atas lahan tersebut adalah dijadikan ruang terbuka hijau. Tujuan proyek ini adalah membuat rencana penggunaan dan pemanfaatan pengembangan aset lahan serta menghitung optimalisasi dengan metode benefit cost ratio. Perencanaan pengembangan lahan kosong di RS Jiwa Provinsi Jawa Barat adalah menjadikan lahan tersebut menjadi ruang terbuka hijau dengan fasilitas yang dapat menunjang kegiatan pelayanan kesehatan jiwa. Metode pengumpulan data dalam proyek ini adalah dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Kapasitas demand yang disediakan mencapai 407 klien rawat inap per hari. Fasilitas ruang terbuka hijau yang disediakan adalah fasilitas untuk memenuhi kebutuhan rehabilitasi klien gangguan jiwa yaitu fasilitas aktif dan fasilitas pasif dengan proporsi 46,7% berbanding 53,3%. Terdapat potensi pemanfaatan fasilitas ruang terbuka hijau yang under capacity yaitu lapangan futsal dan lapangan sepak bola. Pemanfaatan fasilitas tersebut dilaksanakan dalam bentuk sewa. Perencanaan pengembangan ruang terbuka hijau membutuhkan biaya investasi awal sebesar Rp. 14.687.081.000,- dengan rencana investasi selama 10 tahun. Biaya operasional pengelolaan fasilitas ruang terbuka hijau sebesar Rp. 784.213.000,-. Potensi benefit dari pengembangan lahan menjadi ruang terbuka hijau terdiri dari benefit langsung yaitu pendapatan dari sewa lapangan futsal sebesar Rp. 252.000.000,- dan sewa lapangan sepak bola sebesar Rp. 299.600.000,-. Sedangkan benefit tidak langsung adalah kuantifikasi penghematan biaya rawat inap selama 3 hari yaitu sebesar Rp. 450.000,- per klien. Total benefit selama rencana investasi 10 tahun sebesar Rp. 42.222.830.000,- dan total biaya sebesar Rp. 26.271.143.000,- sehingga didapatkan benefit cost ratio 1,61 (BCR>1), artinya bahwa investasi tersebut layak untuk dilaksanakan. Berdasarkan hasil perhitungan proyeksi investasi ruang terbuka hijau maka biaya pembangunan fasilitas ruang terbuka hijau sebaiknya dilaksanakan secara bertahap dalam 2 sampai 3 tahun, selain itu perlu dilakukan studi lanjutan antara lain mengenai analisis potensi pemanfaatan aset lahan di RS Jiwa Provinsi Jawa Barat. Kata kunci: Optimalisasi Aset, Ruang Terbuka Hijau.
Ringkasan Alternatif
There is idle land in the Mental Hospital of West Java province covering 221.225 m2 which has not been made development planning. Based on the highest and best use analysis, an alternative development of the land is used as green open space. The purpose of this project is to plan the optimization of the land and calculating the benefit by using benefit cost ratio method. Planning the development of vacant land in Mental Hospital West Java Province is to make the land into a green open space with facilities that can support the mental health services. Methods of data collection in this project are the observation, interviews, and documentation. Provided capacity demand reached 407 clients per day of hospitalization. Green open space facilities provided are facilities to meet the rehabilitation needs of clients with mental disorders such as facility active and passive facilities with the proportion of 46.7% versus 53.3%. There is the potential use of green open space facilities under capacity i.e. futsal field and a soccer field. Utilization of the facilities implemented in the form of rent. Green open space development plan requires an initial investment Rp14.687.081.000 with the investment plan for 10 years. The operational costs Rp784.213.000. The potential benefits of developing the land into a green open space which consists of a direct benefit from the rental futsal field. Rp252.000.000 and a soccer field rental is Rp299.600.000. While the indirect benefit is the quantification of cost savings hospitalization for 3 days in the amount of Rp450.000 per client. Total benefit for 10 year investment plan amounting to Rp42.222.830.000 and the total cost is Rp26.271.143.000, so we get the benefit cost ratio of 1,61 (BCR> 1), means that the investment is feasible. Based on calculations from the green open spaces of investment projected should be implemented gradually within 2 to 3 years, but it is necessary to further study include the analysis of potential utilization of land assets in the Mental Hospital West Java Province. Keyword: Asset Optimization, Open Space.
Sumber