Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Optimasi Aset Pembangkit listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Tangsi Jaya Berdasarkan Analisis Keuangan
Dikdik Taufik (2017) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Pembangkit Tenaga Listrik Mikro Hidro (PLTMH) Tangsi Jaya merupakan hasil pelaksanaan program bantuan listrik perdesaan yang dilaksanakan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2007. Saat ini aset tersebut masih tercatat dalam Buku Inventarisasi di Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat sebagai aset/Barang Milik Daerah Provinsi Jawa Barat. PLTMH Tangsi Jaya menghasilkan daya listrik sebesar 18,65 Kilo Watt (KW) yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dari 65 pelanggan dan kebutuhan sosial lainya dengan iuran yang dikenakan kepada tiap pelanggan sebesar Rp. 15.000,- perbulannya. Optimasi aset merupakan proses kerja dalam penggunaan dan pemanfaatan aset yang dimiliki dengan tujuan untuk mengoptimalkan potensi dari aset tersebut. Potensi dari PLTMH Tangsi Jaya yaitu berupa daya listrik yang dihasilkan sebesar 18,65 KW dengan daya listrik yang digunakan sebesar 13,65 KW dan terdapat daya listrik yang tersisa (idle capacity) sebesar 5 KW, serta adanya peluang untuk melakukan penjualan listrik ke PT. PLN melalui interkoneksi on grid. Penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode deskriftif kuantitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dirangkum dan diolah untuk disajikan dalam bentuk angka, tabel, grafik dan narasi. Data tersebut di analisis dengan menggunakan teori analisis keuangan untuk mengetahui kelayakan dari proyek optimasi pemanfaatan idle capacity sebesar 5 KW dengan cara penjualan ke PT. PLN melalui interkoneksi on grid. Dari hasil penulisan skripsi diketahui bahwa proyek optimasi pemanfaatan idle capacity sebesar 5 KW melalui interkoneksi on grid ke jaringan tegangan rendah PLN memerlukan biaya investasi sebesar Rp. 113.063.800,- dengan perkiraan pendapatan yang akan diperoleh sebesar Rp. 43.372.800,- per tahun. Dari hasil analisis dengan menggunakan metode analisis NPV, IRR, dan BCR dengan bunga 11,48% per tahun dan jangka waktu pengembalian selama 10 tahun diperoleh hasil bahwa proyek optimasi aset layak untuk dilaksanakan. Kata Kunci: Optimasi Aset, Analisis Keuangan.
Ringkasan Alternatif
Micro Hydro Power Plant (MHP) Tangsi Jaya is the result of the implementation of rural electrification assistance program implemented by the Department of Energy and Mineral Resources of West Java province fiscal year 2007. Current assets are still recorded in Book Inventory at the Department of Energy and Mineral Resources of West Java Province as assets / Assets of West Java Province. MHP Tangsi Jaya generating electrical power by 18.65 Kilo Watt (KW) used to meet the needs of customers and 65 other social needs with fees charged to each customer of IDR. 15.000, - per month. Asset optimization is the process of working in the use and utilization of assets in order to optimize the potential of these assets. Potential of MHP barracks Jaya is in the form of electric power generated at 18.65 KW of electricity used to power by 13.65 KW and there is power remaining (idle capacity) by 5 KW, as well as the opportunity to sell power to the PT. PLN through the interconnection on the grid. Research in this Skripsi using quantitative descriptive method, using the methods of data collection were interviews, observation, and documentation. The data obtained is then summarized and processed to be presented in the form of figures, tables, graphs and narrative. The data were analyzed by using the theory of financial analysis to determine the feasibility of the utilization of idle capacity optimization project at 5 KW by way of sale to PT. PLN through the interconnection on the grid. From the results of Skripsi writing is known that the utilization of idle capacity optimization project at 5 KW on grid interconnection through the low voltage network to PLN requires an investment cost of IDR. 113 063 800, - with the estimated revenue to be derived by IDR. 43,372,800, - per year. From the analysis by using the method of analysis NPV, IRR, and BCR with 11.48% interest per annum and a repayment period of 10 years the result that the asset optimization project is feasible. Keyword: Asset Optimization, Financial Analysis.
Sumber