Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Optimasi Pemanfaatan Aset Agrowisata Afdeling Jalupang IV Blok Masjid B PTPN VIII
Mia Maryani (2020) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Aset lahan perkebunan karet Afdeling Jalupang IV Blok Masjid B menghasilkan produksi karet 15% dari total produksi 100%. Tanaman karetnya sudah tua dan tidak dilakukan lagi penanaman ulang serta pemupukan. Fenomena yang terjadi yakni belum adanya pemanfaatan pada aset lahan Kebun Jalupang, padahal pada aset lahan tersebut berpotensi untuk dilakukan alternatif pengembangan. Tujuan penelitian ini untuk merencanakan dan menghitung estimasi biaya kebutuhan aset agrowisata pada aset lahan perkebunan karet Afdeling Jalupang IV Blok Masjid B. Grand Theory yang digunakan yakni Optimasi Pemanfaatan, Siregar (2004), Perencanaan Kebutuhan Aset, Victorian Government (1995), Komponen Kepariwisataan, Sugiama (2014), dan Estimasi biaya, Prawoto (2014) . Landasan normatif yang digunakan yakni Peraturan Daerah Kabupaten Subang No. 03 tahun 2014 tentang RTRW Kabupaten Subang Tahun 2011-2031, dan Permenpar No. 01 tahun 2017 tentang Petunjuk Operasional Pengelolaan Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pariwisata. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode triangulasi yakni observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini yakni rencana pengembangan dan estimasi biaya pembangunan aset agrowisata Kebun Jalupang. Rencana atraksi alam berupa agrowisata perkebunan buah, peternakan, dan perikanan kemudian untuk aksesilibilitas dibutuhkan kendaraan khusus untuk mengitari kawasan agrowisata. Fasilitas yang akan dibangun yakni akomodasi berupa 12 unit cottage dengan total area cluster seluas 1.778m2. Total luas tersebut sudah termasuk dengan tempat parkir untuk cottage dan taman bermain anak. Fasilitas rumah makan terdiri dari satu lantai seluas 425m2. Tema rumah makan pada agrowisata yakni ruang makan menggunakan meja dan kursi. Tempat parkir dengan kebutuhan 68 ruang parkir. Terdapat 5 titik toilet. Toko oleh-oleh dan souvenir dengan luas 80m2 dan sarana informasi dengan luas 72m2. Selain itu, rambu papan petunjuk terdiri dari rambu selamat datang, rambu panduan dan informasi, serta rambu atraksi dan larangan. Mesjid dengan luas 105m2, fasilitas kebersihan berupa 62 tempat sampah, dan fasilitas keamanan berupa pos keamanan seluas 4m2, CCTV sejumlah 8 unit, dan APAR sejumlah 4 unit. Fasilitas jalur pejalan kaki dengan luas 1.200m2. Rencana pengembangan aset agrowisata Kebun Jalupang membutuhkan pengurus atau kelembagaan untuk mengeola aset agrowisata tersebut. Agrowisata juga membentuk kelompok sadar wisata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang ada. Masyarakat di Kecamatan Cipeundeuy dapat memberdayakan sebagai pekerja di agrowisata tersebut. Total estimasi biaya perencanaaan kebutuhan pengembangan aset fasilitas agrowisata sebesar Rp.14.206.937.401,-. Kata kunci: Optimasi Pemanfaatan, Kebutuhan Aset Agrowisata, Estimasi Biaya.
Ringkasan Alternatif
Land assets of rubber plantation Afdeling Jalupang IV Block Masjid B produce rubber production 15% of the total production of 100%. The rubber plants are old and no longer replanting as well as fertilizing. The phenomenon is the lack of utilization on the assets of the land Kebun Jalupang, but on the assets of land is potentially to be done alternative development. The purpose of this research is to plan and calculate the estimated cost of agrotourism asset needs on rubber plantation assets Afdeling Jalupang IV Block Masjid B. Grand Theory used namely Utilization Optimization, Siregar (2004), Planning Asset needs, Victorian Government (1995), Tourism component, Sugiama (2014), and Cost Estimation, Prawoto (2014). The normative foundation used by Peraturan Daerah Kabupaten Subang No. 03 tahun 2014 tentang RTRW Kabupaten Subang Tahun 2011-2031, and Permenpar No. 01 tahun 2017 tentang Petunjuk Operasional Pengelolaan Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pariwisata. The research methods used are descriptive research with qualitative and quantitative approaches. Data collection techniques using triangulation methods are observation, interviews, and documentation studies. The results of this research are development plans and estimation of the cost of agrotourism of Kebun Jalupang. The plan of nature attractions in the form of agrotourism of fruit plantation, livestock, and fisheries then for accesibility needed special vehicles to surround the agro-tourism area. The facility that will be built is the accommodation of 12 cottage units with a total cluster area of 1.778 m2. The Total area is included with a parking space for a cottage and a children's playground. The restaurant consists of one floor of 425m2. The theme of the agrotourism restaurant is the dining room using tables and chairs. Parking space with needs of 68 parking spaces. There are 5 toilet points. Souvenir shop with an area of 80m2 and a means of information with an area of 72m2. In addition, the signboard sign consists of a welcome sign, guide signs and information, as well as attraction signs and restrictions. The mosque with a total area of 105m2, cleaning facilities in the form of 62 bins, and security facilities in the form of 4m2 security post, CCTV 8 units, and APAR a number of 4 units. The pedestrian walkway is 1,200 m2 wide. The agricultural asset development plan of Kebun Jalupang requires an administrator or institutional to manage the agro-tourism assets. Agro-tourism also forms a tourism conscious group to raise public awareness to exploit the potential. Communities in Cipeundeuy subdistrict can empower as workers in the agrotourism. Total Estimated cost planning the need for the development of agro tourism assets of Rp. 14.206.937.401,-. Keywords: Optimization of Utilization, Agrotourism Asset Needs, Estimated Cost.