Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PELAKSANAAN FUNGSI PENANGANAN SAMPAH
DI KOTA BANDUNG
(Studi Peran PD Kebersihan Kota Bandung)
SUHERMAN (2006) | Skripsi | Ilmu Pemerintahan , Ilmu Pemerintahan
Bagikan
Ringkasan
Keindahan Kota adalah salah satu wujud guna mencapai kemakmuran, kenyamanan kota. Setelah longsornya TPA Leuwigajah sedikit terjadi ketidaknyamanan di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, karena hampir semua sampah dari ketiga daerah tersebut di buang ke TPA Leuwigajah.Sehingga begitu TPA Leuwigajah tersebut ditutup, Kota Bandung kesulitan membuang sampah. Pemerintah Kota Bandung dihadapkan pada masalah relokasi penampungan sampah. Hal inilah yang membuat penulis memilih Kota Bandung sebagai studi kasusnya dalam penelitian ini.
Berdasarkan Perda Kota Bandung Nomor 27 Tahun 2001 tentang Tata Cara Pengelolaan Kebersihan Kota Bandung maka, Pemerintah Kota Bandung menunjuk PD Kebersihan Kota Bandung untuk menangani masalah sampah. Berdasarkan situasi dan kondisi di atas maka diperlukan peran dari PD Kebersihan Kota Bandung sebagai unsur pelaksana dari Pemerintah Kota Bandung karena berdasarkan kewenangan hak dan Kewajiban Kebersihan Kota diserahkan pada Perusahaan Daerah ini.
Pada penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara dengan orang-orang (informan) yang dianggap lebih mengetahui dalam penanganan sampah di Kota Bandung.Berdasarkan hasil penelitian dalam rangka mewujudkan penanganan sampah di Kota Bandung kurang maksimal karena minimnya anggaran biaya sementara itu dalam pelaksanaan tugas dinilai kurang maksimal karena tingginya biaya operasional serta kurangnya sarana dan prasarana dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah kurang efektif karena Pemerintah Kota Bandung kurang melibatkan masyarakat serta pihak terkait dalam pelaksanaan fungsi penanganan sampah di Kota Bandung
Ringkasan Alternatif
Keindahan Kota adalah salah satu wujud guna mencapai kemakmuran, kenyamanan kota. Setelah longsornya TPA Leuwigajah sedikit terjadi ketidaknyamanan di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, karena hampir semua sampah dari ketiga daerah tersebut di buang ke TPA Leuwigajah.Sehingga begitu TPA Leuwigajah tersebut ditutup, Kota Bandung kesulitan membuang sampah. Pemerintah Kota Bandung dihadapkan pada masalah relokasi penampungan sampah. Hal inilah yang membuat penulis memilih Kota Bandung sebagai studi kasusnya dalam penelitian ini.
Berdasarkan Perda Kota Bandung Nomor 27 Tahun 2001 tentang Tata Cara Pengelolaan Kebersihan Kota Bandung maka, Pemerintah Kota Bandung menunjuk PD Kebersihan Kota Bandung untuk menangani masalah sampah. Berdasarkan situasi dan kondisi di atas maka diperlukan peran dari PD Kebersihan Kota Bandung sebagai unsur pelaksana dari Pemerintah Kota Bandung karena berdasarkan kewenangan hak dan Kewajiban Kebersihan Kota diserahkan pada Perusahaan Daerah ini.
Pada penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara dengan orang-orang (informan) yang dianggap lebih mengetahui dalam penanganan sampah di Kota Bandung.Berdasarkan hasil penelitian dalam rangka mewujudkan penanganan sampah di Kota Bandung kurang maksimal karena minimnya anggaran biaya sementara itu dalam pelaksanaan tugas dinilai kurang maksimal karena tingginya biaya operasional serta kurangnya sarana dan prasarana dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah kurang efektif karena Pemerintah Kota Bandung kurang melibatkan masyarakat serta pihak terkait dalam pelaksanaan fungsi penanganan sampah di Kota Bandung