Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Pemberdayaan Pelaku Industri Kreatif Bidang Desain Grafis di Kota Bandung
Kisfendy Noor Hidayadi NIM. (2014) | Skripsi | Ilmu Pemerintahan , Ilmu Pemerintahan
Bagikan
Ringkasan
Penelitian ini beranjak dari adanya kebijakan pendaftaran Kota Bandung ke UNESCO sebagai kota kreatif berbasis desain dunia dimana desain grafis salah satu bidang desain itu sendiri. Permasalahan yang peneliti temui pada pelaku industri kreatif bidang desain grafis di Kota Bandung dapat teridentifikasi yakni kualitas dan kuantitas sumber daya insani yang masih rendah, iklim kondusif untuk memulai usaha, dan kurangnya apresiasi dan penghargaan bagi pelaku industri kreatif bidang desain grafis. Teori yang peneliti gunakan yaitu teori pemberdayaan masyarakat dari Edi Suharto (1997 : 218-219) mengemukakan lima pendekatan dalam pemberdayaan yaitu: Pemungkinan, Penguatan, Perlindungan, Penyokongan, dan Pemeliharaan. Metode penelitian peneliti menggunakan kualitatif, desain penelitiannya menggunakan desktiptif kualitatif dengan teknik penentuan informannya menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data peneliti menggunakan studi pustaka dan studi internet, disamping itu menggunakan observasi dan wawancara. Untuk teknik analisa data, menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemungkinan usaha cukup baik, dapat dilihat melalui dua indikator yang terpenuhi secara baik. Penguatan masih belum baik, dikarenakan belum mencapai secara maksimal salah satu indikator dari penguatan. Perlindungan masih belum baik hal ini dikarenakan masih tidak ada regulasi yang melindungi desainer grafis. Penyokongan masih belum baik, dimana dukungan yang diberikan kepada desainer grafis masih belum cukup. Pemeliharaan masih kurang, diketahui melalui kedua indikator yang dipakai dalam mengukurnya masih belum baik dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung. Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan pelaku industri kreatif bidang desain grafis di Kota Bandung menurut peneliti masih kurang baik.
Ringkasan Alternatif
This research detained from Bandung region government policy who has been regristrating Bandung to UNESCO as a creative city of the world based on design sector. The problems of this research can be indentification who comes from a graphic designer in Bandung it self. Quality and quantitiy from graphic designer are in the low levels, a climate condition to begin trading its so hard, and the lack of giving apretiation and awards for graphic designer in Bandung.The researcher used social empowerment theory from Edi Suharto (1997 : 218-219) for this research. This theory have 5 ways to approaching the goal of social empowerment, there are: Possibility, Development, Protection, Supporting, and Maintenance.The methode of this research is used qualitative methode. Design of research used qualitative descriptive with determine the informant used purposive technique. Collection of data is used literature study and internet study with observation and interview for supported data. For data analysis technique used reduction data, presentation data, conclusion, and triangulation data.The result from this research shows that Possibility is good enough because the two indicator of possibility can proved well. Development is not good enough because once of two indicators of development showd that not good enough for goods empowerment.Protection is not good enough because until now there are not a local regulation to protecting graphic designer in Bandung. Supporting is not good enough because the support from local government is slightly.Maintanance is less because of two indicators from maintanance theory are not good enough to implementing social empowerment of graphic designers in Bandung. Based from the result of this research, the researcher can give the conclution, if empowerment of creative industry based on graphic design in Bandung region are not good enough.
Sumber