Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Pembuatan Dan Pengujian Briket Campuran Eceng Gondok-Batubara
Ilham Nursya'ban Siregar (2017) | Tugas Akhir | -
Bagikan
Ringkasan
Keterbatasan persediaan sumber energi konvensional seperti minyak dan gas bumi menjadi kendala bagi masyarakat pedesaan untuk mendapatkannya. Guna mengatasi hal tersebut, salah satunya penggunaan biomassa dan penggunaan batubara yang melimpah di Indonesia sebagai bahan bakar alternatif. Pada tugas akhir ini dibuat dua jenis biobriket batubara dengan komposisi 60% batubara:40% eceng gondok dan 80% batubara:20% eceng gondok. Kemudian dilakukan pengujian analisis proksimat (karbon tertambat, abu, kadar air dan kadar zat terbang), analisis ultimat (Karbon, Hidrogen, Sulfur, Oksigen dan Nitrogen). Selanjutnya dibandingkan dengan 2 jenis briket lain yaitu briket batubara berporos (Robbirodyha Islam, 2016) dan briket campuran tempurung kelapa-batubara (Windi,2016). Berdasarkan hasil pengujian, untuk briket dengan campuran 60% batubara:40% eceng gondok memiliki keunggulan dari kadar zat terbang (33,55%), total sulfur (0,16%), oksigen (29,53%) dengan nilai kalor 4684 cal/g dan harga pembuatan sebesar Rp 3.150,00/kg. Untuk briket dengan campuran 80% batubara:20% eceng gondok memiliki keunggulan dari kadar zat terbang (36,4%), kadar abu (9,84%), karbon (55,43%) dengan nilai kalor 5205 cal/g dan harga pembuatan sebesar Rp 2.450,00/kg. Kata kunci: Batubara, biobriket, eceng gondok, komposisi, perbandingan manfaat.
Ringkasan Alternatif
Limited supply of conventional energy sources such as oil and natural gas becomes an obstacle for rural communities to get it. To overcome this, one of the use of biomass and the use of coal abundant in Indonesia as an alternative fuel. In this final project, there are two types compositon of coal bio-briquette The first with 60% coal:40% water hyacinth composition and the second with 80% coal:20% water hyacinth compositon. And then to test value of proximate analysis (i.e : fixed carbon,ash content, water content and volatile matter), ultimate analysis (i.e : Carbon, Hydrogen, Sulfur, Oxygen and Nitrogen) and calorific value. Will compared with the other 2 types of briquettes namely porous coal briquettes (Islam, 2016) and mixed coconut shell-coal briquettes (Windi, 2016). Based on the results of the test, for briquettes with 60% coal:40% water hyacinth have advantages for volatile matter (33.55%), total sulfur (0.16%), oxygen (29.53%) with calorific value 4684 cal / g and price of making IDR 3,150.00 / kg. For briquettes with of 80% coal:20% water hyacinth has an advantage for volatile matter (36.4%), ash (9.84%), carbon (55.43%) with calorific value 5205 cal / g and price of making IDR 2.450,00 / kg. Keywords: Coal, bio-briquette, water hyacinth, composition, comparative advantage.