Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Pembuatan Heater Box Dengan Memanfaatkan Panas Gas Buang Motor Untuk Pemanas Makanan
Sandri Ayu Andriani Hudri (2017) | Tugas Akhir | -
Bagikan
Ringkasan
Kotak pemanas makanan (heater box) dibuat untuk memudahkan dalam layanan pesan antar (delivery order) agar makanan yang diterima oleh konsumen tetap dalam kondisi hangat. Kotak pemanas tersebut di desain secara khusus untuk menjaga temperatur ruangan yang digunakan untuk menghangatkan makanan agar temperatur makanan tidak cepat menurun sehingga kualitas makanan tetap terjaga. Sumber panas untuk kotak pemanas makanan ini memanfaatkan panas gas buang kendaraan. Australia New Zeeland Food Authority (ANZFA) menyatakan bahwa temperatur panas ideal yang dibutuhkan pada makanan sebesar 60⁰C. Material kotak pemanas yang diperlukan berupa plat yang terbuat dari alumunium sebagai media penghantar panas dan glass wool sebagai insulator pada kotak tersebut. Gas buang dialirkan pada ruangan bagian luar tempat penyimpanan makanan, dimana ruangan tersebut diberi sekat untuk jalur aliran gas buang agar gas buang cepat tersebar dan panas lebih cepat berpindah pada plat alumunium sehingga gas buang dapat memanaskan ruangan tempat penyimpanan makanan. Energi input maksimum gas buang yang bisa dimanfaatkan pada heater box tanpa menggunakan isolasi sebesar 338,25 kJ, sedangkan pada heater box dengan menggunakan isolasi sebesar 2732,35 kJ. Energi tersebut mampu menghangatkan makanan sebanyak lebih dari 1 kg selama satu jam. Temperatur makanan yang dihasilkan dapat mencapai 60⁰C-70⁰C pada putaran 3000 rpm menit ke-60, dan putaran 4000 rpm menit ke-45 sampai menit ke-50 pada heater box menggunakan isolasi. Kata kunci: alumunium, energi, glass wool, kotak pemanas, temperatur gas buang.
Ringkasan Alternatif
Food heating box is made for making delivery food process easier to keep the food warm when consumer get the food. Food heating box is designed especially to keep the room temperature that used to heating the food so the food's temperature did not decreased easily and the quality of the food is still good when it's arrive. Heat source for the food heating box is utilize from vehicle's hot exhaust gas. Based on Australia New Zeland Food Authority (ANZFA) states that ideal temperature that needed to heating the food is 60⁰C. The material of the food heating box is aluminium plate as heat conductor and glass wool as insulator of the heating box. Exhaust gas is streamed to the chamber outside the food containing box, where several partition is installed inside the outside chamber as the path for exhaust gas, so the exhaust gas is spread inside the outside chamber and the heat from exhaust gas is spread faster on the aluminium plate, so the exhaust gas can heat the chamber where the food is contained. Maximum energy input from exhaust gas that can be exploited in the heater box without insulation is 338.25 kJ, and when heater box with insulation is 2732.35 kJ. The energy can be used to heating more than 1 kg food for one hour. The food temperature can be reached 60⁰C-70⁰C on 3000 rpm on 60th Minutes, and in 4000 rpm on 45th minutes until 50th minutes on the heater box is using insulation. Keywords: aluminium, energy, exhaust gas temperature, glass wool, heater box.
Sumber