Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Pembuatan Transmisi dan Pemilihan Aktuator Kendali Guide Vane PLTA Turbin Francis Laboratorium Teknik Konversi Energi
Aneira Ghaisani Ponto (2017) | Tugas Akhir | -
Bagikan
Ringkasan
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan salah satu solusi untuk krisis energi yang terjadi di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan PLTA menggunakan air yang merupakan salah satu energi alternatif, sebagai sumber energi utama untuk membangkitkan energi listrik. Laboratorium Teknik Konversi Energi memiliki dua jenis PLTA yaitu PLTA turbin Kaplan dan turbin Francis. Salah satu permasalahan pada PLTA turbin Francis adalah frekuensi yang tidak stabil akibat dari perubahan beban yang tiba-tiba. Untuk membuat hasil keluaran frekuensi yang stabil, dapat dilakukan dengan mengatur putaran turbin (rpm) agar konstan pada putaran nominal generator (rpm) yang digunakan yaitu 950 rpm. Untuk membuat putaran turbin konstan dapat dilakukan dengan mengatur sudut/persen bukaan sudu pengarah (guide vane). Mengatur bukaan guide vane secara otomatis memerlukan transmisi daya berupa transmisi roda gigi, aktuator berupa motor DC power window 12V 5A dan sistem kendali start/stop manual switch. Transmisi roda gigi terdiri dari dua buah roda gigi utama dan sebuah roda gigi penghubung. Berdasarkan alat yang telah dibuat, diperlukan waktu 22 detik untuk mengoperasikan guide vane dari tertutup penuh hingga terbuka penuh (0o-60o). Berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa daya yang diperlukan untuk mengoperasikan aktuator dengan beban guide vane adalah 17,15 Watt. Waktu yang diperlukan untuk mengatur bukaan guide vane dengan cara manual agar menghasilkan keluaran frekuensi yang konstan adalah 0-6,93 detik, hal tersebut sesuai dengan standar pengoperasian PLTA yaitu kurang dari 8 detik. Kata Kunci: PLTA, Guide vane, Transmisi Roda Gigi, Motor DC Power Window.
Ringkasan Alternatif
Hydro Power Plant is one of solution for the energy crisis that occurred in Indonesia. It uses water which is one of alternative energy, as the main energy source for generating electricity. Energy conversion engineering laboratory has two types of hydro power plant turbines which is Kaplan turbine and Francis turbine. One of the problems in the Francis turbine Power Plant is the unstable frequency of sudden load changes. To create a stable output frequency, it can be done by adjusting the turbine rotary (rpm) to be constant at the nominal rotary of the generator (rpm) used. To make a constant turbine rotation can be done by adjusting the angle / percent of the guide vane opening. Setting the guide vane automatically requires power transmission in the form of gear transmission, actuator which is DC motor power window 12V 5A and control system that is start/stop manual switch. Gears transmission consist of two main gears and a connecting gear. Based on the tool that has been made, it took 22 seconds to operate the guide vane from full closed to fully open (0o-60o). Based on the test results it was found that the power required to operate the actuator with the guide vane loaded is 17,15 Watt. The time required to set the guide vane open manually to produce a constant frequency output was 0-6,93 seconds, that was less than 8 seconds according to the hydro power standard operation. Keywords: Hydro Power Plant, Guide Vane, Gears Transmission, Power Window DC Motor.
Sumber