Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PENENTUAN JENIS PERAWATAN MESIN
REELING SUTERA DENGAN METODE
RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE
PADA BALAI BESAR TEKSTIL BANDUNG
BAMBANG BUDIONO (2005) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri , Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
Perawatan (maintenance) merupakan suatu persoalan dalam kegiatan industri yang sangat penting dalam menjamin kelancaran dan kehidupan suatu sistem mesin dan peralatan operasi yang berperan pada suatu kelancaran produksi. Masalah perawatan ini sering diabaikan karena suatu alasan banyaknya ongkos yang dikeluarkan dalam pelaksanaannya padahal apabila dibandingkan dengan kerugian waktu menganggur akibat adanya suatu kerusakan mesin jauh lebih besar dari pada ongkos perawatan, dan baru akan dapat dirasakan apabila sistem mulai mengalami gangguan dalam pengoperasiannya, sehingga kelancaran dan kesinambungan produksi akan terganggu.
Balai Besar Tekstil khususnya pada bagian Alih Teknologi dan Inkubasi adalah suatu badan milik pemerintah yang khusus untuk merancang dan menyediakan mesin-mesin untuk kebutuhan industri tekstil rumahan (home industry) salah satunya adalah mesin reeling sutera. Bagian Alih Teknologi dan Inkubasi ini juga melakukan kegiatan perawatan terhadap mesin-mesin baik yang bersifat preventive maupun corrective. Perawatan yang dilakukan oleh bagian Alih Teknologi dan Inkubasi belum dapat menjaga reliability dan availability mesin reeling sutera. Terbukti dengan sering terjadinya breakdown dan kerusakan komponen mesin, dalam mengatasi persoalan perawatan mesin diperlukan metode yang dapat menjadi landasan kegiatan perawatan yang efektif dan efisien.
Penentuan jenis perawatan yang dilakukan menggunakan metode RCM (Reliability Centered Maintenance) yaitu suatu metode perawatan untuk mengembangkan, memilih dan membuat alternatif strategi perawatan yang didasarkan pada kriteria operasional, ekonomi dan keamanan. RCM sesuai jika dipakai pada kondisi mesin yang memiliki beban kerja yang tinggi serta frekuensi kegagalan yang tinggi.
Hasil analisis RCM menghasilkan 3 time directed yaitu merupakan jenis perawatan pencegahan yang dilakukan secara terencana dan terjadwal, 10 condition directed yaitu merupakan jenis perawatan pencegahan yang dilakukan apabila terdapat tanda/gejala kerusakan dari komponen, 10 failure finding yaitu merupakan jenis perawatan pencegahan yang dilakukan pada saat mesin akan dioperasikan dan 3 run to failure yaitu merupakan jenis perawatan pencegahan dimana komponen yang ada dipergunakan hingga mengalami kerusakan dan diganti dengan komponen yang baru. Dari hasil perhitungan total ongkos dan availabilitas diperoleh interval waktu pemeriksaan untuk komponen mesin reeling sutera seperti terlihat pada tabel dibawah ini :
Komponen Total Ongkos (Rp) Availabilitas Interval Waktu (hari)
Badil 3422,23 0,05553 101
Cam/exentrik 6864,23 0,12926 102
Ringkasan Alternatif
Perawatan (maintenance) merupakan suatu persoalan dalam kegiatan industri yang sangat penting dalam menjamin kelancaran dan kehidupan suatu sistem mesin dan peralatan operasi yang berperan pada suatu kelancaran produksi. Masalah perawatan ini sering diabaikan karena suatu alasan banyaknya ongkos yang dikeluarkan dalam pelaksanaannya padahal apabila dibandingkan dengan kerugian waktu menganggur akibat adanya suatu kerusakan mesin jauh lebih besar dari pada ongkos perawatan, dan baru akan dapat dirasakan apabila sistem mulai mengalami gangguan dalam pengoperasiannya, sehingga kelancaran dan kesinambungan produksi akan terganggu.
Balai Besar Tekstil khususnya pada bagian Alih Teknologi dan Inkubasi adalah suatu badan milik pemerintah yang khusus untuk merancang dan menyediakan mesin-mesin untuk kebutuhan industri tekstil rumahan (home industry) salah satunya adalah mesin reeling sutera. Bagian Alih Teknologi dan Inkubasi ini juga melakukan kegiatan perawatan terhadap mesin-mesin baik yang bersifat preventive maupun corrective. Perawatan yang dilakukan oleh bagian Alih Teknologi dan Inkubasi belum dapat menjaga reliability dan availability mesin reeling sutera. Terbukti dengan sering terjadinya breakdown dan kerusakan komponen mesin, dalam mengatasi persoalan perawatan mesin diperlukan metode yang dapat menjadi landasan kegiatan perawatan yang efektif dan efisien.
Penentuan jenis perawatan yang dilakukan menggunakan metode RCM (Reliability Centered Maintenance) yaitu suatu metode perawatan untuk mengembangkan, memilih dan membuat alternatif strategi perawatan yang didasarkan pada kriteria operasional, ekonomi dan keamanan. RCM sesuai jika dipakai pada kondisi mesin yang memiliki beban kerja yang tinggi serta frekuensi kegagalan yang tinggi.
Hasil analisis RCM menghasilkan 3 time directed yaitu merupakan jenis perawatan pencegahan yang dilakukan secara terencana dan terjadwal, 10 condition directed yaitu merupakan jenis perawatan pencegahan yang dilakukan apabila terdapat tanda/gejala kerusakan dari komponen, 10 failure finding yaitu merupakan jenis perawatan pencegahan yang dilakukan pada saat mesin akan dioperasikan dan 3 run to failure yaitu merupakan jenis perawatan pencegahan dimana komponen yang ada dipergunakan hingga mengalami kerusakan dan diganti dengan komponen yang baru. Dari hasil perhitungan total ongkos dan availabilitas diperoleh interval waktu pemeriksaan untuk komponen mesin reeling sutera seperti terlihat pada tabel dibawah ini :
Komponen Total Ongkos (Rp) Availabilitas Interval Waktu (hari)
Badil 3422,23 0,05553 101
Cam/exentrik 6864,23 0,12926 102