Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Penentuan Tebal dan Metode Kerja Lapis Permukaan Jalan Lingkar Kampus Polban Menggunakan AC-WC Modifikasi Limbah Beton
Megah Amaliah (2020) | Tugas Akhir | Teknik Sipil
Bagikan
Ringkasan
Pembangunan perkerasan jalan selalu membutuhkan material pembentuknya. Salah satu material pembentuk jalan yaitu agregat. Agregat adalah bahan tidak terbaharukan dan dalam pengambilannya selalu merusak alam. Pemanfaatan agregat dari limbah beton adalah inovasi yang tepat untuk pembangunan jalan ramah lingkungan. Pembangunan jalan menggunakan campuran modifikasi limbah beton dapat digunakan pada pembangunan perkerasan salah satunya perkerasan lentur. Perancangan Jalan Lingkar Kampus Politeknik Negeri Bandung merupakan jalan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan aksesibilitas pada saat wisuda. Data geometrik dari perancangan jalan tersebut digunakan sebagai objek penentuan tebal perkerasan dan metode kerja lapis permukaan AC-WC modifikasi limbah beton dan AC-WC tanpa modifikasi. Perhitungan tebal perkerasan jalan lentur menggunakan Metode Analisa Komponen SNI 1732-1989-F. Parameter yang digunakan untuk menghitung tebal perkerasan yaitu beban lalu lintas atau lalu lintas harian rata-rata (LHR), curah hujan maksimum rata-rata, kelandaian rata-rata, data lalu-lintas, nilai stabilitas Marshall dan nilai CBR lapangan. Penjabaran metode kerja campuran AC-WC modifikasi limbah beton dan campuran AC-WC tanpa modifikasi berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 sehingga dapat dibandingkan dalam segi biaya. Standar biaya yang digunakan adalah Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) 2017. Hasil perhitungan tebal pekerasan baik campuran AC-WC tanpa modifikasi maupun campuran AC-WC modifikasi limbah beton yaitu sebesar 4 cm. Metode kerja yang digunakan antara kedua jenis campuran hanya berbeda pada tahapan pengadaan bahannya saja. Biaya untuk campuran AC-WC tanpa modifikasi sebesar Rp 144.573.540,00 dan biaya untuk campuran AC-WC modifikasi limbah beton sebesar Rp 128.923.294,00.
Ringkasan Alternatif
Pavement construction always requires the forming material. One of the road-forming materials is aggregate. Aggregates are non-renewable materials and in their extraction always destroy nature. Utilization of aggregates from concrete waste is the right innovation for environmentally friendly road contruction. Road construction using a modified mixture of concrete waste can be used in flexible pavement. Design of Bandung State Polytechnic Campus Ring Road is a road designed to meet accessibility needs at graduation. Geometric data from road design is used as the object for determining the pavement thickness and working method for the AC-WC modified by waste concrete and AC-WC without modification. Calculation of flexible pavement thickness uses the Component Analysis Method of SNI 1732-1989-F. The parameters used to calculate the pavement thickness are traffic load, average maximum rainfall, average slope, traffic data, Marshall stability and field CBR. The description of the working method of the AC-WC modified waste concrete and the AC-WC mixture without modification is based on General Bina Marga Specifications 2018 so it can be compared in terms of costs. Cost standard used is Work Unit Price Analysis 2017. The result of calculating the pavement thickness for both AC-WC without modification and AC-WC modified with used concrete is 4 cm. The working methods used between two types of mixtures differ only at the stage of material procurement. Cost for AC-WC without modification is IDR 144.573.540 and cost for AC-WC modified by waste concrete is IDR 128.923.294.
Sumber