Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PENERAPAN KONTROL TRANSAKSI
PADA ORDER PROCESSING SYSTEM
RUNIEK JUHARIANI (2005) | Skripsi | Teknik Informatika , Teknik Informatika
Bagikan
Ringkasan
Transaksi merupakan bagian dari pengeksekusian sebuah program yang melakukan pengaksesan database dan bahkan juga melakukan serangkaian perubahan data. Sebuah Transaksi kadangkala juga disebut LUW (Logical Unit of Work), yang merupakan sederetan operasi yang berkedudukan sebagai satu kesatuan proses. Seluruh transaksi dianggap sukses, jika semua operasi berhasil dengan sukses dan perubahan disimpan ke dalam database. Seluruh transaksi dianggap gagal, jika ada satu operasi yang gagal dan perubahan tidak akan disimpan ke dalam database dan jika transaksi gagal, perubahan akan dihapus dari tabel dan diganti dengan nilai-nilai aslinya.
Umumnya sistem pemrosesan transaksi memungkinkan banyak transaksi untuk dijalankan secara lengkap (concurrent) demi meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan. Hal ini berpeluang untuk dapat menganggu bahkan merusak konsistansi atau integritas database. Cara alamiah untuk memelihara konsistensi dalam sistem yang mengakomodasi pelaksanaan transaksi secara bersamaan (concurent system) adalah mengupayakan agar hasil pemrosesan sekumpulan transaksi yang sedang bersaing (dieksekusi bersama-sama) dalam satu kesatuan proses sama saja dengan yang dihasilkan pada waktu menjalankan transaksi-transaksi tersebut secara berurutan atau serial dengan urutan tertentu.
Ringkasan Alternatif
Transaksi merupakan bagian dari pengeksekusian sebuah program yang melakukan pengaksesan database dan bahkan juga melakukan serangkaian perubahan data. Sebuah Transaksi kadangkala juga disebut LUW (Logical Unit of Work), yang merupakan sederetan operasi yang berkedudukan sebagai satu kesatuan proses. Seluruh transaksi dianggap sukses, jika semua operasi berhasil dengan sukses dan perubahan disimpan ke dalam database. Seluruh transaksi dianggap gagal, jika ada satu operasi yang gagal dan perubahan tidak akan disimpan ke dalam database dan jika transaksi gagal, perubahan akan dihapus dari tabel dan diganti dengan nilai-nilai aslinya.
Umumnya sistem pemrosesan transaksi memungkinkan banyak transaksi untuk dijalankan secara lengkap (concurrent) demi meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan. Hal ini berpeluang untuk dapat menganggu bahkan merusak konsistansi atau integritas database. Cara alamiah untuk memelihara konsistensi dalam sistem yang mengakomodasi pelaksanaan transaksi secara bersamaan (concurent system) adalah mengupayakan agar hasil pemrosesan sekumpulan transaksi yang sedang bersaing (dieksekusi bersama-sama) dalam satu kesatuan proses sama saja dengan yang dihasilkan pada waktu menjalankan transaksi-transaksi tersebut secara berurutan atau serial dengan urutan tertentu.