Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Pengaruh Laju Alir Udara dan Temperatur terhadap Efektivitas Pengeringan Buah Tin
Fuja Adwina Sayugi (2019) | Tugas Akhir | -
Bagikan
Ringkasan
Buah tin dikenal sebagai buah yang memiliki kandungan fenolik yang tinggi namun buah tin segar tidak dapat bertahan lama setelah dipetik. Berkurangnya aktivitas air dalam bahan pangan menyebabkan mikroorganisme tidak dapat tumbuh dan berkembang biak, serta enzim penyebab busuk tidak dapat berfungsi. Proses pengeringan dengan mengalirkan udara pemanas terhadap buah tin menggunakan tray dryer diharapkan lebih efektif dibandingkan dengan pengeringan matahari dan oven. Penelitian ini memvariasikan temperatur dan laju alir udara untuk mengetahui kondisi operasi optimum dengan memperhatikan waktu proses pengeringan dan kandungan senyawa fenoliknya. Temperatur divariasikan pada 40oC, 45oC, dan 50oC serta laju alir udara divariasikan pada 1,5 m/s, 2 m/s, 2,5 m/s, dan 3 m/s. Temperatur dan laju alir sangat mempengaruhi proses pengeringan pada periode konstan. Semakin tinggi temperatur dan laju alir, maka laju pengeringan menjadi semakin cepat. Semakin tinggi laju alir, maka koefisien perpindahan panas dan massa semakin besar. Variasi temperatur dan laju alir terbaik dari hasil penelitian terjadi pada temperatur 45oC dan laju alir udara 3 m/s dengan nilai Rc sebesar 0,95 kg air/m2.jam dengan waktu kritik dan waktu pengeringan yaitu 50 menit dan 4 jam 25 menit, serta didapatkan nilai kandungan senyawa fenolik tertinggi yaitu sebesar 4,736 mg ekivalen asam galat/gram.
Ringkasan Alternatif
Figs known as fruit that has a high fenolic content, but the shelf life of fresh figs is not that long. Reducing water activity from the product makes microorganisms unable to grow and multiply, and the enzymes that caused food spoilage cannot function. The drying process by contacting hot air against figs using a tray dryer is expected to be more effective than sun drying and oven drying. This research considers temperature and air flow to know effectiveness of drying process and phenolic content. The temperatures were varied from 40oC, 45oC, and 50oC, also the air flow were varied from 1,5 m/s, 2 m/s, 2,5 m/s, dan 3 m/s. Temperature and air flow affect drying rate, especially constant rate period. The drying rate increased with increasing the air drying temperature and air flow. Heat-mass transfer coefficient increased with increasing the air drying temperature and air flow. The best temperature and air flow of drying process occurs at temperature 45oC and air flow 3 m/s with the Rc value was 1,03 kg H2O/m2.h, the critical drying time was 50 minutes and equilibrium drying time was 4 hour and 25 minutes. This varian of temperature and air flow obtained the highest content of fenolic compound in drying product was 4,736 mg galic acid equivalent/gram fresh weight.