Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Pengaruh Performansi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Kapasitas 48 kW Dengan Menggunakan Berbagai Macam Bahan Bakar Solar
Yolanda Audyna Pratama (2019) | Tugas Akhir | -
Bagikan
Ringkasan
Seiring dengan berjalannya waktu, berkembangnyateknologi dan kebutuhan energi yang tidak dapat dibendung, penggunaan bahan bakar fosil merupakan salah satu contoh kebutuhan energi yang tidak dapat didaur ulang kembali, sehingga perlu adanya perbaikan kualitas bahan bakar guna terciptanya prestasi yang baik salah satunya pada pembangkit listrik tenaga diesel. Khusus untuk mesin diesel, awalnya bahan bakar yang digunakan hanya Pertamina Solar saja, namun kini sudah berkembang, pada umumnya bahan bakar Pertamina Dex, Biosolar, dan Biodiesel yang dipasarkan oleh Shell. Untuk itu diujicobakan penggunaannya pada mesin genset berkapasitas 48 kW di Laboratorium Energi Termal Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Bandung. Proses pengujian dilakukan dengan menguji berbagai macam bahan bakar secara bergantian dengan parameter data yang diamati adalah konsumsi bahan bakar dan output data kelistrikan seperti arus, tegangan, daya, cos phi, frekuensi dan putaran. Dari hasil pengujian, didapat nilai prestasi dari mesin diesel menggunakan bahan bakar Pertamina Dex memiliki nilai efisiensi yang lebih tinggi sebesar 41.96%, dengan mengkonsumsi bahan bakar yang dibutuhkan untuk membangkitkan daya sebesar 33.96 kW adalah 6 L/kWh dan menghasilkan harga Rp/kWh sebesar Rp.2120.24/kWh. Disusul dengan bahan bakar Shell sebesar 41,61% mengkonsumsi bahan bakar 8 L/kWh untuk membangkitkan daya sebesar 33,96 kW dengan harga Rp/kWh sebesar Rp. 2236.85/kWh. Ketiga adalah bahan bakar Biosolar sebesar 40,67% mengkonsumsi bahan bakar 8,7 L/kWh untuk membangkitkan daya sebesar 33,96 kW dengan harga Rp/kWh sebesar Rp. 1091.92/kWh dan yang terakhir adalah bahan bakar solar sebesar 36,73% mengkonsumsi bahan bakar sebesar 9 L/kWh untuk membangkitkan daya 33,96 kW dengan harga Rp/kWh sebesar Rp. 1091,92/kWh. Kata Kunci: Genset, Solar, Efisiensi,Rupiah/kWh.
Ringkasan Alternatif
Along with the development of time, technological development and energy needs that cannot be dammed, the use of fossil fuels is one example of energy needs that cannot be recycled, so that there is a need to improve the quality of fuel in order to create good performance one of them in diesel power plants . Especially for diesel engines, only Pertamina Solar used the fuel, but now it has developed, in general, Pertamina Dex, Biosolar, and Biodiesel are marketed by Shell. For this purpose, the use of the generator set was tested at a capacity of 48 kW at the Thermal Energy Laboratory of the State Polytechnic Bandung Energy Conversion Technique. The testing process is carried out by testing various types of fuel alternately with the data parameters observed are fuel consumption and electrical data output such as current, voltage, power, cos phi, frequency, and rotation. From the test results, obtained the achievement value of diesel engines using Pertamina Dex fuel has a higher efficiency value of 41.96%, by consuming the fuel needed to generate power of 33.96 kW is 6 L / kWh and produces a price of Rp 2120.24 / kWh. Followed by Shell fuel of 41.61% consuming 8 L / kWh of fuel to generate power of 33.96 kW at a price of Rp / kWh of Rp. 2236.85 / kWh. The Third is a Biosolar fuel of 40.67% consuming fuel 8.7 L / kWh to generate power of 33.96 kW with a price of Rp / kWh of Rp. 1091.92 / kWh and the last is diesel fuel of 36.73% consuming fuel by 9 L / kWh to generate power 33.96 kW at a price of Rp. 1091.92 / kWh. Keywords: Genset, Solar, Efficiency, Price/kWh.