Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Pengaruh Perilaku Disfungsional dan Ukuran KAP terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus pada KAP di Wilayah Bandung
Bayu Rizky Pratama NIM. (2014) | Skripsi | Akuntansi , Akuntansi
Bagikan
Ringkasan
Berbagai kasus laporan keuangan dan pelanggaran yang dilakukan oleh akuntan publik eksternal di Indonesia mengakibatkan turunnya kepercayaan publik terhadap informasi yang disajikan oleh perusahaan dan dipertanyakan kembali hasil audit yang dilakukan oleh auditor yang bekerja di kantor akuntan publik sebagai salah satu pihak yang mengaudit laporan keuangan perusahaan, oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh perilaku disfungsional dan ukuran KAP terhadap kualitas audit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan verifikatif Unit analisis dalam penelitian ini adalah Kantor Akuntan Publik pada wilayah Bandung. Metode pengumpulan yang digunakan adalah metode sensus yaitu dimana sample yang dijadikan penelitian sama besarnya dengan populasi penelitian yaitu sebanyak 10 KAP dengan total responden 19 auditor. Untuk mengetahui pengaruh perilaku disfungsional dan ukuran KAP terhadap kualitas audit maka dilakukan pengujian statistik menggunakan analisis korelasi, analisis regresi, dan untuk menguji hipotesis maka yang digunakan adalah uji t. Kesimpulan hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan yang sangat kuat antara perilaku disfungsional dan ukuran KAP terhadap kualitas audit baik secara parsial maupun simultan. Besarnya pengaruh Perilaku Disfungsional (X1) dan Ukuran KAP (X2) terhadap Kualitas Audit (Y) yang ditunjukkan oleh koefisien determinasi sebesar 53,8%. Artinya variabel Perilaku Disfungsional (X1) dan Ukuran KAP (X2) memberikan pengaruh sebesar 53,8% terhadap Kualitas Audit (Y). Mengukur tingkat risiko yang akan diterima pada saat melakukan audit, tidak melakukan replacing audit procedures dan meningkatkan pemahaman auditor terhadap SPAP merupakan salah satu cara untuk meminimalisir perilaku disfungsional dan cara untuk meningkatkan kinerja auditor yang bekerja di KAP sehingga kualitas audit yang dihasilkan dapat diandalkan kewajarannya.
Ringkasan Alternatif
Various cases of financial reports and violations committed by external public accountant in Indonesia caused a decline in public confidence in the information presented by the company and return the results questionable audit conducted by auditors who work in public accounting firms as one of the parties to audit the financial statements of the company, by Therefore, researchers interested in studying the effects of dysfunctional behavior and the size of the firm to audit quality.
The method used in this research is descriptive and verification unit of analysis in this study is a public accounting firm in the London area. Collection method used is the method in which the census is used as the study sample as large as the population of as many as 10 KAP studies with a total of 19 respondents auditors. To determine the effect of dysfunctional behavior and the firm size on audit quality then performed statistical tests using correlation analysis, regression analysis, and to test the hypothesis used is the t test. Conclusion The results of this study stated that there is a very strong relationship between dysfunctional behavior and the size of the firm to audit quality either partially or simultaneously. The influence of dysfunctional behaviour and the size of firm to audit quality is indicated by the coefficient of determination of 53,8%. Mean variable dysfunctional behavior and the size of firm to effect 53,8% on audit quality
Measuring the level of risk that will be accepted at the time of the audit, audit procedures do not perform replacing and enhancing the auditor's understanding of the SPAP is one way to minimize dunctional behavior and how to improve the performance of auditors who work in the firm so that the resulting audit quality reliable reasonableness.