Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Pengaruh Tingkat Pengembalian Aset (Return On Asset) Tingkat Pengembalian Ekuitas (Return On Equity) Dan Rasio Lancar (Current Ratio) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Telekomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2006 -2016
Yudhi Lianda NIM. (2017) | Tesis | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Pengguna telepon seluler saat ini di Indonesia berkembang pesat dengan total pengguna telepon seluler berjumlah 308 juta pengguna menjadikan indonesia sebagai lahan bisnis yang sangat menguntungkan bagi para pelaku usaha di sektor telekomunikasi hal tersebut mengakibatkan semakin meningkat pula persaingan antar perusahaan telekomunikasi untuk mengembangkan usahanya dan menarik minat konsumen untuk menggunakan produk dari perusahaan telekomunikasi tersebut. tingginya tingkat persaingan antara perusahaan telekomunikasi mewajibkan perusahaan memiliki modal yang cukup demi keberlangsungan kegiatan usaha perusahaan. Investasi merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan modal bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya dengan cara menarik minat investor guna membeli saham perusahaan tersebut. Tingkat Pengembalian Aset (Return On Asset), Tingkat Pengembalian Ekuitas (Return On Equity) dan Rasio Lancar (Current Ratio) merupakan rasio-rasio keuangan yang dipakai oleh para investor untuk memprediksi Harga Saham perusahaan di kemudian hari. Dalam penelitian ini peneliti menemukan adanya ketidak sinambungan antara Tingkat Pengembalian Aset (Return On Asset), Tingkat Pengembalian Ekuitas (Return On Equity) dan Rasio Lancar (Current Ratio) terhadap naik maupun turunnya Harga Saham di perusahaan sektor telekomunikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan dan pengaruh Tingkat Pengembalian Aset Tingkat Pengembalian Ekuitas dan Rasio Lancar terhadap Harga Saham pada Perusahaan Sektor Telekomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2016. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis regresi berganda, uji normalitas, multikolonearitas, heteroskedastisitas, uji F dan uji T, dan menggunakan program Eviews 9.0 untuk pengolahan data. Penelitian dilakukan pada 5 perusahaan yang terdaftar di BEI dengan menggunakan data sebanyak 55 data. Hasil dari penelitian ini berupa Tingkat Pengembalian Aset, Tingkat Pengembalian Ekuitas, Rasio Lancar dan Harga Saham mengalami perkembangan yang fluktuatif di setiap tahun.
Ringkasan Alternatif
Current mobile phone users in Indonesia are growing rapidly with a total of 308 million mobile phone users making Indonesia as a very lucrative business area for business actors in the telecommunication sector, which has resulted in increasing competition among telecommunication companies to expand their business and attract consumers To use the products of the telecommunications company. The high level of competition between telecommunication companies requires companies to have sufficient capital for the sustainability of the company's business activities. Investment is one of the efforts to get capital for the company to expand its business by attracting investors to buy shares of the company. The Return On Asset, Return On Equity and Current Ratio are the financial ratios used by investors to predict the Company's Share Price in the future. In this research, the researcher finds inconsistency between Return On Asset, Return On Equity and Current Ratio to rising or falling Stock Price in telecommunication sector company. The purpose of this study to determine the development and influence of Asset Return Rate Returns Equity and Current Ratios to Share Price on Company Telecommunication Sector Listed In Indonesia Stock Exchange Period 2006-2016. The research method used in this research is descriptive and verification method with quantitative approach using multiple regression analysis, normality test, multicollonearity, heteroscedasticity, F test and T test, and using Eviews 9.0 program for data processing. The study was conducted on 5 companies listed on the BEI using 55 data.