Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PENGARUH VARIASI KECEPATAN POTONG, KEDALAMAN PEMAKANAN DAN JUMLAH MATA PAHAT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN STAINLESS STEEL AISI 304 PADA PROSES MILLING
roni (2016) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Proses pengefraisan atau proses pemesinan menggunakan mesin milling merupakan salah satu proses pemesinan yang banyak digunakan untuk pembuatan suatu komponen, dalam proses pemesinan menggunakan mesin milling komponen yang dihasilkan memiliki tingkat kekasaran permukaan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari parameter pemotongan terhadap kekasaran permukaan pada proses pemesinan menggunakan mesin milling konvensional pada material Stainless Steel AISI 304 menggunakan pahat endmill berbahan dasar karbida dengan diameter 14 mm. Parameter pemotongan yang digunakan pada penelitian ini adalah kecepatan potong dengan variasi 26,4 m/menit; 37,8 m/menit; 42,2 m/menit, kedalaman pemakanan dengan variasi 0,1 mm; 0,3 mm; 0,5 mm, dan jumlah mata pahat dengan variasi 2 flute dan 4 flute. Dari hasil penelitian nilai kekasaran permukaan yang paling rendah terdapat pada proses pemesinan menggunakan mesin milling dengan jumlah mata pahat 4 flute dengan kecepatan potong 42,2 m/menit dan kedalaman pemakanan 0,1 mm dengan nilai kekasaran permukaan 3,160 µm, sedangkan nilai kekasaran permukaan yang paling tinggi terdapat pada proses pemesinan menggunakan mesin milling dengan jumlah mata pahat 2 flute dengan kecepatan potong 26,4 m/menit dan kedalaman pemakanan 0,5 mm dengan nilai kekasaran permukaan 6.174 µm.
Ringkasan Alternatif
Milling or machine process using milling machine is one of the most milling machine used to make a certain component, in machine process using milling machine results a component that has different grade of surface roughness. The purpose of this research was to know the effect of cutting parameter toward surface roughness to machine process using milling machine at Stainless steel AISI 304 material using endmill flute made of carbide with 14mm diameter. Cutting parameter used in this research was cutting speed with 26.4 m/minute; 37.8 m/minute; 42.2 m/minute variation, depth of cut with 0.1 mm; 0.3 mm; 0.5 mm; and the amount of flute with 2 and 4 flute variations. From the results, the least surface roughness value was on the machine process using milling machine 4 flute with 42.2 m/minute cutting speed and 0.1 mm depth of cut with 3.160 µm surface roughness value, meanwhile the most surface roughness value was on the milling machine 4 flute with 26.4 m/minute cutting speed and 0,5mm depth of cut with 6.174µm surface roughness value.
Sumber
Judul Serupa
  • PENGARUH VARIASI KECEPATAN POTONG, KEDALAMAN PEMAKANAN DAN JUMLAH MATA PAHAT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN STAINLESS STEEL AISI 304 PADA PROSES MILLING
  • PENGARUH VARIASI KECEPATAN SPINDEL DAN KEDALAMAN PEMAKANAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN STAINLESS STEEL AISI 304 PADA PROSES FRAIS KONVENSIONAL DENGAN METODE TAGUCHI