Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PENGARUH VARIASI KECEPATAN SPINDEL DAN KEDALAMAN PEMAKANAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN STAINLESS STEEL AISI 304 PADA PROSES FRAIS KONVENSIONAL DENGAN METODE TAGUCHI
Agus Hari Cahyono (2016) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Proses pemesinan frais adalah proses pemesinan yang dilakukan dengan cara memotong atau menyayat benda kerja menggunakan alat potong bermata banyak yang berputar. Setiap permukaan benda kerja yang telah mengalami proses pemesinan frais akan menghasilkan nilai kekasaran permukaan yang berbeda. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari parameter pemotongan serta mengetahui kombinasi yang optimal dari parameter pemotongan tersebut agar menghasilkan nilai kekasaran permukaan yang kecil. Pada penelitian ini parameter pemotongan yang digunakan adalah kecepatan spindel dengan variasai 600 rpm; 860 rpm; 960 rpm dan kedalaman pemakanan dengan variasi 0,1 mm; 0,3 mm; 0,5 mm, sedangkan proses frais yang dilakukan adalah proses frais vertikal dengan menggunakan mesin frais konvensional pada material Stainless Steel AISI 304 dan menggunakan pisau frais jari berbahan dasar HSS (High Speed Steel) dengan diameter 12 mm dan jumlah mata pisau 4 flute. Dari hasil analisa data menggunakan metode Taguchi dapat diketahui nilai kekasaran permukaan paling besar terdapat pada parameter pemotongan kecepatan spindel 600 rpm dan kedalaman pemakanan 0,5 yaitu 2,259 õm, sedangkan nilai kekasaran permukaan paling kecil terdapat pada pada parameter pemotongan kecepatan spindel 960 rpm dan kedalaman pemakanan 0,1 mm yaitu 1,137 õm, sehingga kombinasi yang optimal dari parameter pemotongan adalah kecepatan spindel sebesar 960 rpm dan kedalaman pemakanan sebesar 0,1 mm.
Ringkasan Alternatif
Milling machining process is machining process which is done by cutting or slashing object using spinning multipoint cutter milling. Every surface object which has been through milling machining process will result different surface roughness value. The purpose of this research is to know the effect of cutting parameter and to know the optimal combination of the cutting parameter in order to result the least surface roughness value. In this research, parameter used is spindle speed with variation of 600 rpm; 860 rpm; 960 rpm and the depth of cut with variation of 0,1 mm; 0,3 mm; 0,5 mm, however the milling process used is vertical milling process uses conventional milling machine at Stainless Steel AISI 304 material and uses endmill cutter made of HSS (High Speed Steel) with 12 mm diameter and 4 flute blade. From the data analysis using Taguchi method, it can be known that the most roughness value is on the 600 rpm spindle speed and 0.5 mm depth of cut cutting parameter that is 2.259 õ, however the least surface roughness value is on the 960 rpm spindle speed and 0.1 mm depth of cut cutting parameter that is 1.137 õm. Therefore, the best cutting parameter combination is 960 rpm spindle speed and 0.1 mm depth of cut.
Sumber
Judul Serupa
- PENGARUH VARIASI KECEPATAN POTONG, KEDALAMAN PEMAKANAN DAN JUMLAH MATA PAHAT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN STAINLESS STEEL AISI 304 PADA PROSES MILLING
- PENGARUH VARIASI KECEPATAN POTONG, KEDALAMAN PEMAKANAN DAN JUMLAH MATA PAHAT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN STAINLESS STEEL AISI 304 PADA PROSES MILLING