Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PENGARUH VARIASI KERENGGANGAN CELAH KATUP MOTOR 4 LANGKAH 1 SILINDER TERHADAP PEFORMA PADA PUTARAN KONSTAN
Hendra Andi Susanto (2016) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Pada saat ini motor bakar mempunyai peranan yang sangsat penting dalam kehidupan manusia sehari-harinya terutama dalam bidang transportasi. Perkembangan sepeda motor sekarang sudah mengarah kepada sistem matic yang mempunyai berbagai keunggulan dan kerugian. Pada motor matic dilengkapi dengan katup hisap dan buang, dimana kedua katup digerakkan oleh sebuah poros yang dinamakan poros bubungan atau camshaft. Pengujian dilakukan secara eksperimen dengan membandingkan variasi celah katup standar (IN: 0,14 mm, EX: 0,14 mm), variasi 1 (IN : 0,20 – EX : 0,25), ukuran variasi 2 (IN : 0,25 – EX : 0,30) dengan putaran mesin dari 1000 rpm – 9000 rpmdengan tujuan untuk mendapatkan variabel kinerja mesin matic yaitu torsi, daya, tekanan efektif rata-rata, sfc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Torsi tertinggi 20,99 N.m pada putaran 2000 rpm, torsi terendah yaitu 2,96 N.m pada putaran 9000 rpm. Nilai daya tertinggi 6 HP pada putaran 4000 rpm. Nilai minimumnya pada putaran 9000 rpm dengan nilai daya 3,5 HP. Nilai tekanan efektif rata-rata 2442,295337 kPa pada putaran 2000 rpm, nilai minimumnya pada putara 9000 rpm dengan nilai 344,4113481 kPa. Analisa hubungan konsumsi bahan bakar spesifik menggunakan ukuran celah katup standar dengan nilai tertinggi pada putaran 9000 rpm yaitu dengan nilai 0,33698 kg/Hp.jam untuk bahan bakar premium dan 0,222088 kg/Hp.jam untuk bahan bakar pertamax. Untuk celah katup variasi 1 dengan nilai 0,16065 kg/Hp.jam untuk bahan bakar premium dan 0,154827 kg/Hp.jam untuk bahan bakar pertamax, selanjutnya untuk celah katup variasi 2 dengan nilai 0,14698 kg/Hp.jam untuk bahan bakar premium dan 0,120987 kg/Hp.jam untuk bahan bakar pertamax.
Ringkasan Alternatif
At this time the internal combustion engine has a very important role in daily human life, especially in the field of transportation. The development of motorcycles is now leading to matic system that has many advantages and disadvantages. In the automatic motorcycle is equipped with intake and exhaust valves, where both valves are driven by a shaft called camshafts or camshaft. Tests carried out experimentally by comparing variations of the standard slit valves (IN: 0.14 mm, EX: 0.14 mm), variation 1 (IN: 0.20 - EX: 0.25), size variation 2 (IN: 0, 25 - EX: 0.30) to engine speed of 1000 rpm - 9000 rpm in order to obtain matic machine performance variables, namely torque, power, average effective pressure, sfc. The results showed that the highest torque 20.99 N.m round 2000 rpm, torque of 2.96 N.m lowest is at 9000 rpm round. Highest Rated power 6 HP at 4000 rpm round. The minimum value at 9000 rpm round with rated power 3.5 HP. Values mean effective pressure 2442.295337 kPa at 2000 rpm round, the minimum value in the round of 9000 rpm with a value 344.4113481 kPa. Analysis of the relation specific fuel consumption using standard valve slit size with the highest value at 9000 rpm round that is the value of 0.33698 kg / Hp.jam for premium fuel and 0.222088 kg / Hp.jam for fuel pertamax. To slit valve variation 1 with a value of 0.16065 kg / Hp.jam for premium fuel and 0.154827 kg / Hp.jam for fuel pertamax, next to slit valve variation 2 with a value of 0.14698 kg / Hp.jam for premium fuels and 0.120987 kg / Hp.jam for fuel pertamax.
Sumber