Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PENGEMBANGAN ALAT BANTU VISUAL BAGI PENYANDANG AUTIS DENGAN METODE LOOVAS
Nukke Sylvia (2004) | Skripsi | Desain Komunikasi Visual , Desain Komunikasi Visual , Desain Komunikasi Visual , Desain Komunikasi Visual , Desain Komunikasi Visual , Desain Komunikasi Visual
Bagikan
Ringkasan
Terapi ini memberikan stimulus atau instruksi kepada anak agar dapat merespon. Apabila tidak merespon anak diberi bantuan. Pada instruksi dan bantuan tersebut anak autis banyak menggunakan media visual sebagai alat bantu belajar. Alat Bantu belajar yang digunakan tersebut seperti puzzle, kartu pengenalan profesi, identifikasi warna, binatang, menara ring dan pengenalan ekspresi wajah. Pada kenyataan, menurut data diatas media visual pada alat bantu yang digunakan anak autis adalah media permainan yang sama digunakan oleh anak normal lainnya. Alat bantu pada terapi autis tidak diciptakan sediri atau khusus dibuat menurut kurikulum dan metodenya. Para terapis hanya membeli atau mengambil media dan visual yang sudah ada untuk pembelajaran, baru memikirkan cara penerapan yang sesuai dengan metode loovas. Tetapi dengan alat bantu yang sama digunakan oleh anak normal lainnya, tidak menutup kemungkinan anak belajar dengan lambat walau pun akhirnya berhasil.
Ringkasan Alternatif
Terapi ini memberikan stimulus atau instruksi kepada anak agar dapat merespon. Apabila tidak merespon anak diberi bantuan. Pada instruksi dan bantuan tersebut anak autis banyak menggunakan media visual sebagai alat bantu belajar. Alat Bantu belajar yang digunakan tersebut seperti puzzle, kartu pengenalan profesi, identifikasi warna, binatang, menara ring dan pengenalan ekspresi wajah. Pada kenyataan, menurut data diatas media visual pada alat bantu yang digunakan anak autis adalah media permainan yang sama digunakan oleh anak normal lainnya. Alat bantu pada terapi autis tidak diciptakan sediri atau khusus dibuat menurut kurikulum dan metodenya. Para terapis hanya membeli atau mengambil media dan visual yang sudah ada untuk pembelajaran, baru memikirkan cara penerapan yang sesuai dengan metode loovas. Tetapi dengan alat bantu yang sama digunakan oleh anak normal lainnya, tidak menutup kemungkinan anak belajar dengan lambat walau pun akhirnya berhasil.