Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PENGEMBANGAN KRIPTOGRAFI JAWA DENGAN KODE MORSE DAN KOORDINAT KARTESIUS
Malta Galah Nugroho (2016) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Di Yogyakarta terdapat bahasa jawa walikan yang digunakan kalangan anak muda atau yang lebih dikenal dengan bahasa dagadu. Dagadu sebenarnya berasal dari bahasa prokem, atau bahasa gaul masyarakat Yogyakarta. Bahasa tersebut di tahun 80an sering digunakan oleh Gali, semacam pemuda nakal atau preman pada saat itu. Sehingga bahasa prokem tersebut sering juga disebut sebagai bahasa gali. Sebenarnya DAGADU adalah bentuk enkripsi yang dibuat berdasarkan aksara jawa yang artinya ÃâmatamuÃâ. Namun dengan berkembangnya jaman, metode tersebut memiliki kelemahan. Tabel yang ada pada Kriptografi Jawa hanya 4 baris dan pergeserannya sangat sederhana. Maka akan sangat mudah ditebak teks yang di enkripsi. Untuk meningkatkan keamanan dan keaslian data maka dilakukan gabungan pengembangan Kriptografi Jawa dengan Kode Morse dan Koordinat Kartesius.
Ringkasan Alternatif
In Yogyakarta , there are Walikan Java language among young people there , or it is known as ÃâDagaduÃâ language. Dagadu actually comes from the slang, or Yogyakarta slang. In the 80s, the language is often also reffered as Gali language. Dagadu actually is a from of encryption that is based on Java script, which means ÃâeyesÃâ. But, by the times development, these methods have drawbacks. Tables that exist only 4 line in the Java Cryptography and the shift is very simple . It will be very easy to guess the encrypted text. To increase the confidentiality and integrity data, it has been carried out a combination development with the Java Cryptography with Morse Code and Cartesian Coordinates