Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Pengendalian Miniatur Rumah Pintar Menggunakan Pembacaan Gelombang Otak
Muhammad Pian Berlian (2021) | Tugas Akhir | Teknik Elektro
Bagikan
Ringkasan
Sistem aplikasi rumah pintar telah banyak dikembangkan akhir-akhir ini. Dengan berbagai metode pengendalian, manusia dapat dengan mudah memberikan perintah kepada benda-benda berbasis elektronik pintar tersebut. Dari penerapan metode pengendalian seperti menggunakan input dari ponsel pintar, isyarat tangan, dan pengenalan suara, masih belum menemukan solusi untuk memudahkan pengendalian bagi sebagian penyandang disabilitas terutama pada bagian cacat bagian motorik atau sering disebut dengan penderita kelumpuhan saraf motorik. Dari permasalahan tersebut, dikembangkan sebuah proyek akhir dengan membuat miniatur sistem rumah pintar menggunakan pengendalian gelombang otak. Proyek ini bertujuan untuk membantu para disabilitas motorik untuk lebih mudah mengendalikan sistem rumah pintar tanpa harus kesulitan dalam melakukan pengendaliannya. Sinyal Elektroensefalografi (EEG) akan direkam dan menghasilkan nilai fokus dan meditasi yang terbaca dari otak. Nilai fokus dan meditasi yang didapatkan akan diolah untuk mengendalikan setiap piranti yang terpasang pada miniatur rumah pintar. Setiap perangkat rumah pintar mempunya nilai fokus dan meditasi yang telah ditentukan. Nilai fokus akan digunakan untuk menghidupkan perangkat sedang nilai meditasi akan digunakan untuk mematikan perangkat. Hasil pengujian sistem ini, yaitu para pengguna dapat mengendalikan semua piranti rumah pintar melalui fokus dan meditasi yang dihasilkan. Pengguna dalam kondisi tenang dan bersantai saat pengendalian. Hasil pengujian, miniatur rumah dapat dengan mudah dikendalikan pada saat sore hari dimana nilai fokus dan meditasi yang dihasilkan dapat dengan cepat dan mudah disesuaikan pada nilai kendali perangkat rumah pintar. Pengendalian pintu dan lampu jauh lebih mudah dilakukan rata - rata sebanyak 5x dalam satu percobaan, pengendalian cooler paling banyak dilakukan rata âÃâ¬Ãâ rata 3x dalam satu percobaan, sedangkan jendela paling banyak dikendalikan dengan rata âÃâ¬Ãâ rata 1x dalam satu percobaan.
Ringkasan Alternatif
Smart home application systems have been developed a lot lately. With various control methods, humans can easily give orders to these smart electronic-based objects. The application of control methods by using such as user input from smartphones, hand signals, and voice recognition, there is still not getting a solution to facilitate control for some people with disabilities, especially with the motor disabilities section, or often referred to as motor neurons paralysis sufferers. From these problems, a final project was developed by making a miniature smart home system using brain wave control. This project aims to help people with the motor disabilities to more easily control the smart home system without having to have difficulty controlling it. Electroencephalography (EEG) signals will be recorded and produce focus and meditation values that are read from the brain. The value of focus and meditation obtained will be processed to control each device installed in the miniature smart home. Every smart home device has a predefined focus and meditation value. The focus value will be used to turn on the device while the meditation value will be used to turn off the device. The test results of this system are users can control all smart home devices through the resulting focus and meditation. The user is calm and relaxed when controlling. The test results, miniature houses can be easily controlled in the afternoon where the resulting value of focus and meditation can be quickly and easily adjusted to the control value of smart home devices. Control of doors and lights is much easier to do on average 5 times in one experiment, cooler control is mostly done on average 3 times in one experiment, while windows are mostly controlled with an average of 1 time in one experiment.