Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Penilaian Geometrik Alinyemen Horizontal dan Alinyemen Vertikal pada Tanjakan Pagermaneuh Kabupaten Bandung Barat
Michael Khrisna Setya (2022) | Tugas Akhir | Teknik Sipil
Bagikan
Ringkasan
Tanjakan Pagermaneuh merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Kota Bandung dan kawasan lembang via jalur Punclut. Berdasarkan data yang didapat dari kepolisian, kecelakaan lalu lintas pernah terjadi pada tanjakan ini yang salah satunya penyebabnya diakibatkan oleh faktor geometrik jalan. Maka perlu diadakan penilaian terhadap geometrik serta marka dan rambu jalan tersebut. Penilaian terhadap geometrik dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa data kontur yang kemudian diolah dengan aplikasi Civil 3D lalu disesuaikan dengan Peraturan Menteri PUPR No.19 tahun 2011 tentang persyaratan teknis dan kriteria perencanaan jalan dan Bina Marga 1997 tentang tata cara perencanaan geometrik jalan antar kota. Penilaian terhadap marka dan rambu berupa dimensi dan lokasi penempatan dengan mengacu pada PM 34 2004 tentang marka jalan dan PM 13 2004 tentang rambu lalu lintas. Hasil penilaian geometrik jalan menunjukan terdapat ketidaksesuaian pada jari âÃâ¬Ãâ jari tikungan (R), lengkung peralihan (Ls), nilai kelandaian, panjang lengkung vertikal (Lv) dan nilai pergeseran vertikal titik tengah busur (Ev) di beberapa lokasi Tanjakan Pagermaneuh. Hasil penilaian marka menunjukan terdapat ketidaksesuaian pada warna marka diseluruh lokasi yang sudah mulai memudar. Hasil penilaian rambu menunjukan ketidaksesuaian pada bahan daun rambu retro reflektif, ukuran daun rambu, logo perhubungan dibagian depan bawah dan jarak penempatan ke bagian berbahaya pada rambu dengan kode 2L, 3B, dan 6B.
Ringkasan Alternatif
Tanjakan Pagermaneuh is an alternative route that connects the city of Bandung and the area of Lembang by Punclut route. Based on police's data, traffic accidents have occurred on this area, one of the causes is road's geometric factors. It is necessary to conduct an assessment of road's geometric, road markings and traffic signs. The geometric assessment is carried out using secondary contour data, then processed with Civil 3D application and then adjusted to the Minister of PUPR Regulation No.19 of 2011 concerning technical requirements and road planning criteria and Bina Marga 1997 concerning procedures for geometric planning of inter-city roads. Assessment of road markings and traffic signs that is dimensions and placement locations with reference to PM 34 2004 regarding road markings and PM âÃâ¬Ãâ 13 2004 concerning traffic signs. The results of the road geometric assessment show that there are discrepancies in the radius (R), transition curve (Ls), slope value, vertical arc length (Lv) and the vertical shift value of the arc midpoint (Ev) at several locations of the Tanjakan Pagermaneuh. The results of the road marking assessment show that there are discrepancies in the color of the markings in all locations that have begun to fade. The results of the assessment of the traffic signs showed discrepancies in the material of the retro-reflective sign leaves, the size of the leaf signs, the transportation department logo on the front and the distance to the dangerous parts of the signs with codes 2L, 3B, and 6B.
Sumber
Judul Serupa
- Evaluasi Geometrik Alinyemen Horizontal dan Alinyemen Vertikal Tanjakan Sariwangi Kabupaten Bandung Barat