Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Penilaian Level of Service (LoS) Pada Simpang Jl.Daeng Moh. Ardiwinata-Jl.Jati Serut, Cimahi Setelah Dilakukan Rekayasa Lalu Lintas
Melisa Rosalia Siagian (2020) | Tugas Akhir | Teknik Sipil
Bagikan
Ringkasan
Persimpangan Jalan Daeng Moh. Ardiwinata dan Jalan Jati Serut merupakan simpang yang menjadi penghubung dari Kota Cimahi menuju Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Simpang ini memiliki tingkat lalu lintas yang cukup tinggi. Namun, tingginya tingkat lalu lintas di simpang ini tidak seimbang dengan kapasitas simpang yang dapat dilayani. Hal ini menyebabkan kemacetan pada jam âÃâ¬Ãâ jam tertentu, terlebih pada pagi hari saat penduduk mulai melakukan rutinitas dan sore hari saat jam pulang kantor. Untuk mengatasi hal ini, pihak Dishub Kota Cimahi telah memberlakukan kebijakan rekayasa lalu lintas satu arah di simpang ini. Kebijakan ini dibuat untuk mengurangi kemacetan. Namun, kemacetan masih terjadi saat dilakukan rekayasa lalu lintas. Penyusunan Laporan Tugas Akhir ini dilakukan dengan counting terlebih dahulu dan pengumpulan data sekunder dari instansi terkait. Perhitungan derajat kejenuhan simpang dilakukan sesuai dengan metode MKJI 1997. Tujuan dilakukan perhitungan derajat kejenuhan pada simpang ini adalah untuk menilai Level of Service pada simpang sebelum dan setelah dilakukan rekayasa lalu lintas. Penilaian Level of Service dilakukan dengan menggunakan MKJI 1997 dan Permenhub KM 14 Tahun 2006. Analisis hasil penelitian menunjukkan kinerja simpang untuk kondisi simpang sebelum diberlakukan rekayasa, didapat jumlah arus total (Qtot) =3662,70 smp/jam, kapasitas simpang (C) = 2503,57 smp/jam dan derajat kejenuhan (DS) =1,46. Dengan nilai Level of service (tingkat pelayanan) berada di tingkat F. Sedangkan untuk kondisi simpang saat dilakukan rekayasa lalu lintas, didapat jumlah arus total (Qtot) =2705,97 smp/jam, kapasitas simpang (C) = 2956,30 smp/jam dan derajat kejenuhan (DS) = 0,92. Dengan nilai Level of service berada di tingkat E.
Ringkasan Alternatif
Crossroads of Daeng Moh. Ardiwinata road and Jati Serut road It is the crossroads that connects the city of Cimahi to Bandung and West Bandung. This crossroads has a fairly high level of traffic. However, the high level of traffic at this crossroads is not balanced with the capacity of the crossroads that can be served. This thing causing congestion at certain hours, especially in the morning when residents start their routine and in the afternoon after office hour. To solve this problem, the department of transportation Cimahi has set one-way traffic engineering policies in this crossroads. This policy is made to reduce congestion during peak hours. However, congestion still occurs when traffic engineering is carried out. The preparation of this report is done by counting first and and secondary data collection from related agencies. The calculation of the degree of saturation was carried out in accordance with the MKJI 1997 method. The purpose of this calculation is to determine LoS at crossroads before and after traffic engineering. Assessment of the level of service is carried out using MKJI 1997 and Permenhub KM 14 tahun 2006. The analysis of the research results shows the intersection performance before traffic engineering is applied, obtained Q= 3662,70 pcu/hour, capacity (C)= 2503,57 pcu/hour, degree of saturation (DS) = 1,46 and LoS at level F. As for the intersection conditions when traffic engineering is applied, obtained Q= 2705,97 pcu/hour, capacity (C)= 2956,30 pcu/hour, degree of saturation (DS) = 0,92 and LoS at level E.