Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Penilaian Tingkat Kesehatan Keuangan PT Indofarma (Persero) Tbk Berdasarkan SK Menteri BUMN No. Kep-100/MBU/2002 Periode 2012-2016
Ervina Silalahi (2018) | Tugas Akhir | Akuntansi
Bagikan
Ringkasan
Perkembangan industri farmasi dari tahun 2012-2016 semakin meningkat namun tidak dengan PT. Indofarma (Persero) Tbk yang pada tahun 2013 mengalami kerugian akibat inflasi , meningkatnya upah minimum regional serta kenaikan harga BBM, akan tetapi pada tahun 2014 dan 2015 perusahaan memperoleh laba akibat adanya restrukturisasi organisasi dan tahun 2016 mengalami kerugian kembali akibat peningkatan beban penjualan dan administrasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif , jenis data yang digunakan merupakan data kuantitatif dan sumber data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahun 2012-2016. Metode penilaian yang digunakan berdasarkan SK Menteri BUMN No: Kep-100/MBU/2002 tentang penilaian tingkat kesehatan BUMN aspek keuangan. Penelitian ini menggunakan rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio profitabilitas dan rasio solvabilitas. Hasil dari perhitungan berdasarkan SK Menteri BUMN No: Kep-100/MBU/2002 menunujukkan bahwa tingkat kesehatan keuangan PT. Indofarma (Persero) Tbk pada tahun 2012 berada dalam tingkat KURANG SEHAT kategori BBB. Pada tahun 2013 berada dalam tingkat KURANG SEHAT kategori BB. Pada tahun 2014 dan 2015 berada dalam tingkat KURANG SEHAT kategori BBB dan pada tahun 2016 berada dalam tingkat KURANG SEHAT kategori BB. Kata kunci: Tingkat kesehatan keuangan, SK Menteri BUMN No. Kep-100/MBU/2002, PT Indofarma (Persero) Tbk.
Ringkasan Alternatif
The development of the pharmaceutical industry from 2012-2016 is increasing but not with PT. Indofarma (Persero) Tbk, which in 2013 suffered losses due to inflation, increased regional minimum wage and rise in fuel prices, but in 2014 and 2015 the company made a profit due to organizational restructuring and in 2016 suffered a loss again due to increased sales and administrative expenses. This study uses descriptive method with quantitative approach, the type of data used is quantitative data and data sources used are secondary data in the form of financial statements of 2012-2016. Assessment methods used SK Menteri BUMN No. Kep-100 / MBU/2002 on the evaluation of the soundness of state-owned enterprises in the financial aspects. This research uses liquidity ratio, activity ratio, profitability ratio and solvency ratio. The result of the calculation based on SK Menteri BUMN No. Kep-100 / MBU / 2002 shows that level of financial health PT. Indofarma (Persero) Tbk in 2012 is in the LESS HEALTH level of the BBB category. In 2013 it is in the LESS HEALTH of the BB category. In 2014 and 2015 are in the LESS HEALTH of the BBB category and by 2016 are in the LESS HEALTH of the BB category. Keywords: Financial Health level, SK Menteri BUMN No. Kep-100 / MBU / 2002, PT Indofarma (Persero) Tbk.