Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Peniup Suling Otomatis Berbasis Mikrokontroler
Mochammad Kemal Erlangga (2021) | Tugas Akhir | Teknik Elektro
Bagikan
Ringkasan
Indonesia memiliki berbagai alat musik tradisional daerah yanglmenjadilcirilkhas daerahltersebut. Salahlsatunyaladalah sulinglyanglberasalldari daerah Jawa Barat. Namun saat ini lambat laun alat musik tradisional mulai kurang diperhatikan oleh sebagian kalangan khususnya kalangan muda. Hal ini disebabkan karena alat musik tradisional sudah ketinggalan zaman serta kurangnya ketertarikan masyarakat dalam memainkan maupun mempelajari alat musik tradisional, dan sekarang telah banyak alat musik modern yang lebih menarik untuk dimainkan maupun dipelajari. Perkembangan teknologi yang sangat pesat banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang termasuk musik. Oleh karena itu diperlukan suatu alat yang mampu memperkenalkan dan membantu pembelajaran mengenai alat musik tradisional khususnya suling yang digabungkan dengan teknologi. Dengan menggunakan komunikasi Bluetooth antara smartphone dengan mikrokontroler, alat ini dapat mengendalikan buka tutup katup lubang suling sesuai notasi atau lagu yang dimainkan melalui aplikasi dengan bantuan motor servo yang terkait pada rancangan katup pada setiap lubangnya. Alat ini memiliki dua mode yaitu mode “notasiâ€� dan “laguâ€�. Selain itu alat ini terdapat LED sebagai indikator lubang yang terbuka atau tertutup sebagai media pembelajaran. Sumber udara pada alat ini dihasilkan melalui blower. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem berjalan dengan baik. Aplikasi pada smartphone dapat terkoneksi dengan mikrokontroler dengan media komunikasi Bluetooth. Sistem dapat membuka dan menutup katup lubang suling dan menyalakan serta mematikan LED dan blower sesuai dengan notasi atau lagu yang dimainkan dan dapat mengeluarkan output suara. Namun terdapat delay sekitar 2 detik sampai blower mencapai keadaan optimal sehingga suara yang dihasilkan suling stabil. Pada pengujian secara menyeluruh ini juga telah dilakukan pengujian sebanyak 10 kali dengan 9 dari 10 percobaan berhasil atau dengan tingkat keberhasilan sebesar 90%.
Ringkasan Alternatif
Indonesia has a variety of traditional musical instruments that have its own characteristic depending its region. One of them is the flute which is from west java. However, at this moment the traditional musical instruments began to get less attention from some people especially the younger generation. The cause of this is because traditional musical instruments are outdated and also there is also the lack of interest from the general public to play it or to just learn about it, and now there are a lot more modern musical instruments that are more interesting to play and to learn. The rapid development of technology is widely used in various fields including music. Therefore we are in need of a device that can introduce and assist the learning process about traditional musical instruments, especially the flute combined with technology. By using Bluetooth communication between a smartphone and a microcontroller, this device can control the opening and closing of the flute valve according to the notation of song played through the application with the help of a servo motor linked to the valve design on each hole. This device has two modes, which is the "Notation" and "Song" mode. Additionally, this device can show which finger that covers the hole of the flute based on the desired notation in the form of an LED as the indicator, the air source in this device is generated through a blower. The test results show that the system is running well. Applications on smartphones can be connected to a microcontroller with Bluetooth. The system can open and close the flute valve and turn on and off the LED and blower according to the notation or song being played and can make a sound. But, there is a delay of about 2 seconds on the blower so that the sound produced by the flute is stable. In this overall test, the test has been carried out 10 times with 9 out of 10 successful trials or with a success rate of 90%.
Sumber