Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PENJADWALAN FLOW SHOP
DENGAN ALGORITMA ANT-COLONY OPTIMIZATION
UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN
DI DEPARTEMEN SPINNING III
PT GRANDTEX TEXTIL INDONESIA
JOVAN MAXY TUALAKA (2006) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
Dalam sebuah perusahaan industri waktu penyelesaian pesanan sangat penting,
karena dapat mempengaruhi performansi perusahaan. Akan berpengaruh positif
jika waktu penyelesaian pesanan oleh perusahaan sesuai dengan waktu
penyerahan pesanan yang dijanjikan kepada pelanggan. Salah satu tujuan aktivitas
penjadwalan adalah meningkatkan penggunaan sumber daya dengan mengurangi
waktu tunggunya, sehingga total waktu proses (makespan) dapat berkurang dan
produktivitas dapat ditingkatkan Bedworth (1987). Dengan kata lain penjadwalan
dapat digunakan sebagai pendekatan oleh perusahaan industri untuk meminimasi
bahkan meniadakan keterlambatan waktu penyelesaian dan penyerahan pesanan
kepada pelanggan.
Departemen Spinning III PT. Grand Textil Industri Bandung adalah salah satu
departemen yang bertugas menyediakan produk benang bagi kegiatan penenunan
di PT Grand Textil Industri Bandung, dan mempunyai lantai produksi yang
menggunakan aliran proses flow shop. Permasalahan yang dihadapi di departemen
ini adalah adanya penggunaan mesin yang tidak optimum, sebagai akibat dari
penjadwalan yang belum optimum. Penjadwalan yang tidak optimum dapat
membuat waktu menunggu mesin dalam proses produksi membesar dan
memperpanjang total waktu proses produksi mesin (makespan).
Berdasarkan pada permasalahan di atas maka penjadwalan flow shop dengan
kriteria minimasi makespan akan sangat diperlukan untuk mengoptimumkan
penggunaan mesin. Penjadwalan yang dibuat menggunakan pengembangan
Algoritma Hybrid oleh Chandrasekharan Rajendran (ACO) dengan tujuan
minimasi total waktu proses mesin terhadap seluruh job (makespan). Dengan
menggunakan penjadwalan perluasan algoritma hybrid pengembangan
Chandrasekharan Rajendran (ACO) terbukti dapat mereduksi makespan
pembuatan benang dari 26 hari menjadi 19,9 hari, dan menjamin panggunaan
mesin yang optimum.
Ringkasan Alternatif
Dalam sebuah perusahaan industri waktu penyelesaian pesanan sangat penting,
karena dapat mempengaruhi performansi perusahaan. Akan berpengaruh positif
jika waktu penyelesaian pesanan oleh perusahaan sesuai dengan waktu
penyerahan pesanan yang dijanjikan kepada pelanggan. Salah satu tujuan aktivitas
penjadwalan adalah meningkatkan penggunaan sumber daya dengan mengurangi
waktu tunggunya, sehingga total waktu proses (makespan) dapat berkurang dan
produktivitas dapat ditingkatkan Bedworth (1987). Dengan kata lain penjadwalan
dapat digunakan sebagai pendekatan oleh perusahaan industri untuk meminimasi
bahkan meniadakan keterlambatan waktu penyelesaian dan penyerahan pesanan
kepada pelanggan.
Departemen Spinning III PT. Grand Textil Industri Bandung adalah salah satu
departemen yang bertugas menyediakan produk benang bagi kegiatan penenunan
di PT Grand Textil Industri Bandung, dan mempunyai lantai produksi yang
menggunakan aliran proses flow shop. Permasalahan yang dihadapi di departemen
ini adalah adanya penggunaan mesin yang tidak optimum, sebagai akibat dari
penjadwalan yang belum optimum. Penjadwalan yang tidak optimum dapat
membuat waktu menunggu mesin dalam proses produksi membesar dan
memperpanjang total waktu proses produksi mesin (makespan).
Berdasarkan pada permasalahan di atas maka penjadwalan flow shop dengan
kriteria minimasi makespan akan sangat diperlukan untuk mengoptimumkan
penggunaan mesin. Penjadwalan yang dibuat menggunakan pengembangan
Algoritma Hybrid oleh Chandrasekharan Rajendran (ACO) dengan tujuan
minimasi total waktu proses mesin terhadap seluruh job (makespan). Dengan
menggunakan penjadwalan perluasan algoritma hybrid pengembangan
Chandrasekharan Rajendran (ACO) terbukti dapat mereduksi makespan
pembuatan benang dari 26 hari menjadi 19,9 hari, dan menjamin panggunaan
mesin yang optimum.