Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PERANAN HUMAS POLDA JABAR DALAM MENYELENGGARAKAN
JUMPA PERS UNTUK MENGINFORMASIKAN
KEGIATAN POLDA
SUSANTI (2004) | Skripsi | Ilmu Komunikasi , Ilmu Komunikasi , Ilmu Komunikasi
Bagikan
Ringkasan
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana humas Polda Jabar dalam memberikan informasi kepada masyarakat, tanggapan yang diberikan pers terhadap kegiatan yang dilakukan humas Polda Jabar, Isi dari jumpa pers yang diadakan, serta frekuensi dari jumpa pers yang diadakan.
Metode yang digunakan adalah metode deskriftif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang diperoleh dari keadaan yang terjadi pada waktu sekarang, kasus yang ditemui di lapangan. Kemudian data yang terkumpul diolah, dianalisis dan ditarik kesimpulan. Sedangkan teknik sampel yang digunakan yaitu metode sensus yaitu mengambil semua populasi untuk dijadikan sampel. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan penelitian kepustakaan dan penyebaran angket.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memahami dan mengerti isi dari kegiatan jumpa pes yang dikeluarkan oleh humas, tetapi kadang humas dalam menyampaikan informasi terbatas hanya pada unit Polda Jabar, kurang terbuka pada media yang ada.
Berdasarkan hasil penelitian ditarik kesimpulan bahwa peranan humas dalam menyebarkan informasi melalui kegiatan jumpa pers memberikan respon yang baik dan citra yang diberikan pers pun cukup baik.
Untuk itu peneliti memberikan saran kepada Humas Polda Jabar agar dalam memberikan informasi kepada pers harus lebih terbuka lagi. Agar pihak pers dapat menerima informasi lebih baik lagi/informasi yang diterima tidak simpang siur.
Ringkasan Alternatif
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana humas Polda Jabar dalam memberikan informasi kepada masyarakat, tanggapan yang diberikan pers terhadap kegiatan yang dilakukan humas Polda Jabar, Isi dari jumpa pers yang diadakan, serta frekuensi dari jumpa pers yang diadakan.
Metode yang digunakan adalah metode deskriftif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang diperoleh dari keadaan yang terjadi pada waktu sekarang, kasus yang ditemui di lapangan. Kemudian data yang terkumpul diolah, dianalisis dan ditarik kesimpulan. Sedangkan teknik sampel yang digunakan yaitu metode sensus yaitu mengambil semua populasi untuk dijadikan sampel. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan penelitian kepustakaan dan penyebaran angket.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memahami dan mengerti isi dari kegiatan jumpa pes yang dikeluarkan oleh humas, tetapi kadang humas dalam menyampaikan informasi terbatas hanya pada unit Polda Jabar, kurang terbuka pada media yang ada.
Berdasarkan hasil penelitian ditarik kesimpulan bahwa peranan humas dalam menyebarkan informasi melalui kegiatan jumpa pers memberikan respon yang baik dan citra yang diberikan pers pun cukup baik.
Untuk itu peneliti memberikan saran kepada Humas Polda Jabar agar dalam memberikan informasi kepada pers harus lebih terbuka lagi. Agar pihak pers dapat menerima informasi lebih baik lagi/informasi yang diterima tidak simpang siur.