Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Peranan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP), Kompetensi Aparatur Desa, dan Partisipasi Masyarakat dalam Rangka Meningkatkan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Studi Kasus pada Desa Sukasenang, Kabupaten Garut)
Kamilia Sukmawidewi (2022) | Skripsi | Akuntansi , Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran sistem pengendalian intern pemerintah, kompetensi aparatur desa, dan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana desa khususnya di Desa Sukasenang, Kabupaten Garut. Dana Desa diprioritaskan oleh pemerintah untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Adanya dana desa menyebabkan peningkatan pada pendapatan desa, sehingga perlu penerapan akuntabilitas yang baik dalam pengelolaannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Unit analisis penelitian di Desa Sukasenang, Kabupaten Garut. Jenis data yang digunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi, bahan referensi, dan member check. Sedangkan teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan sistem pengendalian intern pemerintah, kompetensi aparatur desa, dan partisipasi masyarakat di Desa Sukasenang masih rendah. Rendahnya sistem pengendalian intern pemerintah, kompetensi aparatur desa, dan partisipasi masyarakat di Desa Sukasenang berperan dalam kurang terwujudnya akuntabilitas pengelolaan dana desa. Kata Kunci: SPIP, Kompetensi Aparatur Desa, Partisipasi Masyarakat, Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa.
Ringkasan Alternatif
This research aims to see how the role of the government internal control system, the competence of village officials, and community participation in increasing the accountability of village fund management, especially in Sukasenang Village, Bayongbong District, Garut Regency. The village fund is prioritized by the government to finance development and community empowerment so it can improve community welfare and poverty alleviation. The existence of village funds causes an increase in village income, so it is need to implement good accountability in management. This type of research is qualitative research. The research method used is descriptive with a case study approach. The research analysis unit is in Sukasenang Village, Bayongbong District. The types of data used are primary and secondary data. Data collection techniques by interview, observation and documentation. The data validity techniques used were triangulation, reference materials, and member checks. While data analysis techniques are data reduction, data presentation, and data verification The results showed that the government's internal control system, village apparatus competence, and community participation in Sukasenang Village were still low. The low government internal control system, village apparatus competence, and community participation in Sukasuka Village play a role in the lack of accountability for village fund management. Keywords: government internal control system, competence of village officers, public participation, and accountability of village fund management.