Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Peranan United Nations Entity For Gender Equality And Empowerment Of Women (Un Women) Dalam Menegakkan Kesetaraan Gender Di Tiongkok Tahun 2013-2017
Frischa Nitari Lumban Gaol NIM. (2018) | Skripsi | Hubungan Internasional
Bagikan
Ringkasan
Ketidaksetaraan gender sudah menjadi masalah yang dihadapi oleh setiap negara, termasuk Tiongkok untuk itu United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women (UN Women) berdiri di Tiongkok untuk menegakkan kesetaraan gender di Tiongkok. Penelitian ini mencoba menjelaskan mengenai langkah-langkah yang dilakukan dan kendala yang di hadapi oleh UN Women. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, sebagian besar data yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan, penelusuran data online, dan dokumen. Penelitian dilakukan di Center for Strategic and Internasional Studies(CSIS) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Hasil penelitian menunjukan bahwa kesetaraan gender mulai meningkat sedikit demi sedikit walaupun belum terlalu terlihat dan Perempuan Tiongkok juga sudah mendapatkan pendidikan yang cukup baik, jika melihat dari presentasi angka perempuan dan laki-laki yang menempuh pendidikan di Universitas. pemerintah Tiongkok juga sudah memperhatikan kesetaraan gender negaranya, dengan mengubah kebijakan-kebijakanya yang menghambat pertumbuhan gender di Tiongkok. Sehingga UN Women saat ini tidak lagi begitu mengalami kendala yang cukup sulit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun dalam bidang politik laki-laki masih lebih mendominasi di bandingkan dengan perempuan, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa tahun-tahun kedepan Tiongkok ada semakin terbuka lagi sistem politiknya. Kedepannya bisa melihat bahwa ada perempuan Tiongkok yang duduk di kursi petinggi partai politiknya. Butuh usaha dan perjuangan oleh perempuan-perempuan Tiongkok dalam mensuarakan kesetaraan gender bagi mereka, dan kerjasama bersama organisasi-organisai internasional maupun nasional untuk kesetaraan gender Tiongkok.
Ringkasan Alternatif
Gender inequalities have become a problem faced by every country, including China, for the United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women (UN Women) established in China to uphold gender equality in China. This research tries to explain about steps taken and obstacles faced by UN Women. The research method used is qualitative, most of the data collected through literature study, online data tracking, and documents. The research was conducted at the Center for Strategic and International Studies (CSIS) and the Indonesian Institute of Sciences (LIPI). The results of the study showed that gender equality began to increase little by little although not too visible and Chinese women have also received a pretty good education, if seen from the presentation of the number of women and men who studied at the University. the Chinese government has also paid attention to its country's gender equality, by changing its policies that hamper gender growth in China. So that UN Women is currently no longer so experiencing difficult obstacles compared to previous years. But in the political field of men it is still more dominating than women, but it does not rule out the possibility that China's future years will be more open to the political system. The future can see that there are Chinese women who sit in the chair of the political party. It takes effort and struggle by Chinese women in advocating gender equality for them, and cooperation with international and national organizations for Chinese gender equality.