Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perancangan Buku Cerita Ilustrasi Si Tumang
Fathin Arif Yusmanura NIM. (2016) | Skripsi | Desain Komunikasi Visual
Bagikan
Ringkasan
Si Tumang adalah seekor anjing yang dikutuk oleh Sanghyang Gusti karena melakukan kesalahan. Si Tumang dikutuk menjadi anjing bersama dengan Wayunghyang yaitu seorang dewi yang juga dikutuk oleh Sanghyang Gusti menjadi seekor celeng (babi hutan). Akan tetapi Wayunghyang tidak begitu dominan di dalam cerita legenda Tangkuban Perahu ini, melainkan Si Tumanglah yang lebih sering muncul di dalam cerita tersebut, Si Tumang yang selalu menemani Sangkuriang sampai akhirnya Si Tumang mati di tangan anaknya sendiri. Oleh karena itu diperkenalkanya Si Tumang menggunakan media buku cerita illustrasi ini, agar anak anak mudah mengingat cerita tersebut, menarik perhatian anak anak, agar anak anak tersebut mau membaca dan mengenal Tumang. Selain untuk memperkenalkan tokoh si tumang, tujuan dibuat buku cerita illustrasi ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada anak anak tentang cerita si tumang sebelum masuk ke cerita legenda tangkuban perahu dan juga memberikan pesan pesan yg terkandung dalam cerita Si Tumang tersebut. Media buku cerita illustrasi ini dibuat untuk menarik minat baca anak anak, agar anak anak tersebut mau membaca dan mempelajari cerita rakyat dan anak anak tersebut mampu mengingat sehingga mereka bisa mempertahankan dan menceritakan kembali cerita rakyat tersebut kelak mereka besar nanti. Selain menarik bagi anak anak, buku cerita illustrasi juga mudah untuk dipahami karena buku cerita illustrasi tersebut menggunakan bahasa bahasa yang mudah dipahami dan gaya visual yang mudah dimengerti juga oleh anak anak.
Ringkasan Alternatif
Tumang is a dog that is condemned by Gusti Sanghyang for making mistakes. Tumang doomed to be a dog along with Wayunghyang is a goddess who was also condemned by Gusti Sanghyang into a wild boar (wild boar). However Wayunghyang not so dominant in the legend of this Maras, but Si Tumang more frequently appear in the story, which always accompany Tumang Sangkuriang until Tumang die at the hands of his own son. Therefore introducing Tumang use this media story book illustration, so children easily remember the story, draw the attention of children, so that these children want to read and know Tumang. In addition to introducing figures Tumang, purpose made storybook illustration of this is to give knowledge to children about the story Tumang before entering into legend Tangkuban Perahu and also give the message that the message contained in the Tumang story. Media storybook illustration is designed to attract children's interest in reading, so that these children want to read and study the folklore and children are able to remember so that they can retain and retell the stories of the people that one day they grow up. Besides appealing to children, storybook illustration is also easy to understand because the illustration story book using a language easily understood language and visual style that is easily understood also by children.
Sumber