Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perancangan Buku Dagostraat Mengenal Bangunan Bersejarah Dago Era Hindia Belanda
Ikhsan Praditya Putra NIM. (2014) | Skripsi | Desain Komunikasi Visual
Bagikan
Ringkasan
Dago yang pada masa Belanda dikenal dengan Dagostraat, adalah salah satu kawasan yang sangat erat kaitannya dengan kota Bandung. Begitu dikenalnya kota Bandung sebagai kota menawan, sejak Hindia Belanda dengan beragam julukan seperti Paris van Java, Kota Kembang , kota Art Deco dan lainnya tak terlepas dari peranan Dago yang saat itu menjadi kawasan villa dengan beragam fasilitas yang sangat nyaman sehingga Dago menjadi kawasan elit bahkan sejak masa Hindia Belanda. Beragam bangunan tua peninggalan Belanda yang bersejarah dan memiliki nilai historis bagi kota Bandung bahkan Indonesia berada di sepanjang kawasan Dago. Sebut saja gedung De DrieKleur, Aula Timur dan Barat kampus ITB, Gedung Dispenda, Bangunan Awal RS. Borromeus, Gedung bersejarah PMI, PLTA Dago Bengkok hingga Rumah Budaya Jawa Barat Dago Tea House dan Hutan Juanda semua berada disepanjang kawasan Dago. Sebagaimana kota-kota besar lain di Indonesia, kawasan Dago pun memiliki permasalahan yang tidak terkendali dalam pemanfaatan lahan sebagai alih fungsi kemajuan jaman yang mengorbankan bangunan-bangunan tua bersejarah. Maka dari itu, perlu sebuah media informasi yang dapat memberikan info tentang beragam kekayaan sejarah yang dimiliki Dago lewat bangunan-bangunan tua bersejarahnya agar bangunan tua yang ada saat ini dapat terus dipertahankan.
Ringkasan Alternatif
Dago which in Dutch colonial period is also known as Dagostraat. Dago is one of area that is associated with Bandung city. Once known, Dago as the charming town of Bandung city, since the Dutch colonial era many names that they gave such Paris Van Jav, Flower city, Art Deco city, and many others are can’t be regardless from the Dago’s role which was became a residential area because it’s comfortable various facilities since the Dutch Colonial era. Various historic heritage buildings and its have many historical value for Bandung even Indonesia along Dago area. Call it, de DrieKleur building, East and West ITB campus Hall, Revenue Building, RS. Borromeus earlier building, PMI historical building, PLTA Dago, Dago Tea House “House of West Java Culture”, and Juanda Forest all located along the Dago area. As other big cities in Indonesia, Dago also has problems that are not controlled well in lands function, the lands are taking over and they sacrifice the building along the modern time. So, information media is necessary which provide information of the wealth variety Dago’s history throught the historical building. So, that building which still exist today can be survive and be maintaned well.
Sumber