Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perancangan Buku Tiga Taman Peninggalan Belanda di Kota Bandung
Kelvin Mercyano NIM. (2014) | Skripsi | Desain Komunikasi Visual
Bagikan
Ringkasan
Laporan ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penelitian pada Taman Kota sebagai sarana Ruang Terbuka Hijau yang mempunyai manfaat penting didalam penggunaannya pada masa awal berdirinya taman di wilayah Kota Bandung. Banyak pembangun Kota yang menginginkan Bandung sebagai tempat tinggal yang nyaman dengan konsep Kota taman. Disamping sebelumnya Bandung adalah Kota yang gundul, minim pepohonan rindang sehingga alamnya tidak sehat. Taman Kota juga menyangkut beberapa aspek penting terkait dengan keberadaanya sebagai sarana sosial, estetika dan juga untuk keberlanjutan lingkungan terhadap ekologi kota. Dalam penelitiannya penulis memulainya dengan observasi langsung pada beberapa taman yang termasuk kedalam Ruang Terbuka Hijau publik saat ini diantaranya, Taman Merdeka (1885), Taman Maluku (1919), Taman Ganesa (1919). Pada pelaksanaannya penulis melakukan beberapa kali wawancara terhadap pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan taman tersebut juga pada masyarakat yang ikut menjaga dan menggunakan fasilitas dari ruang terbuka hijau taman kota yang dimaksud. Dari penjelasan yang telah didapatkan penulis lalu mengetahui kegiatan dan data apa saja yang harus dicari sehingga pada akhirnya menemukan masalah yang penulis angkat untuk dicarikan solusi selanjutnya yang penulis paparkan terlebih dahulu dalam laporan Tugas Akhir ini.
Ringkasan Alternatif
This report aims to identify and describe research in Park City as a means of Green Open Space which has important benefits in use in the early days of the establishment of the park in the city of Bandung. Many builders who want the City of Bandung as a place to stay comfortable with the concept of the garden city. Bandung is the City besides the previously bare, minimal natural shade trees so unhealthy. Park City is also related to several important aspects related to its existence as a means of social, aesthetic, and also for the environmental sustainability of the ecology of the city. In their study the authors begin with direct observation on some parks that belong to the green open space including public today, Merdeka Park (1885), Maluku Park (1919), Ganesha Park (1919). In practice the authors conducted several interviews with those responsible for the management of the park is also on the people who care for and use the facilities of a city park green space in question. From the explanations that have been obtained and the authors observe the activities and what data to look for and eventually found the problem that the author adopted to look for solutions which the writer explained further advance in this final report.