Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perancangan company profile Panti sosial Bina Netra Wyata Guna
Hendra Ciptawan NIM. (2013) | Skripsi | Desain Komunikasi Visual
Bagikan
Ringkasan
Dalam hidup bermasyarakat, seringkali penyandang tunanetra merasa terdiskriminasi dalam berkomunikasi dan bersosialiasi. Dalam beberapa hal, seorang penyandang tunanetra memang membutuhkan bantuan orang kedua untuk menjalani hari-harinya, tapi itu bukan berarti mereka tidak memiliki potensi dan semangat juang untuk bisa berkembang seperti halnya manusia yang terlahir dengan penglihatan yang normal.Menyadari hal tersebut dibutuhkan sebuah komunitas khusus untuk tunanetra. Panti Sosial Bina Netra Wyata Guna adalah unit pelaksana teknis di bidang rehabilitasi sosial yang bertugas memberikan bimbingan, pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi para penyandang tunanetra agar mampu mandiri dan berperan aktif dalam kehidupan masyarakat. Bukan untuk memberikan mereka tempat spesial, tapi lebih untuk menarik mereka keluar dari zona yang terpinggirkan dalam masyarakat dan bisa menikmati kesetaraan hak dan kewajiban mereka sebagai seorang manusia berdaya cipta dalam segala aspek kehidupan.
Ringkasan Alternatif
In social life, visual impaired often feel discriminated in communicating and socialization. In some cases, visual impaired do require a second person to help live out his days, but that does not mean they do not have the spirit and the potential to be developed as well as we are that born with normal eyesight.Recognizing the special needs of a community for the visual impaired. Social Institution of Visual Impaired Wyata Guna is a technical unit in charge of providing social rehabilitation counseling, social services and rehabilitation for people with visual impairment to be able to independently and actively participate in community life. Does not meaning to give them a special place, but more to pull them out of the zone that has marginalized in society and enjoy equality of rights and obligations as a creative human being in all aspects of life.
Sumber