Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perancangan Geometrik Jalan Akses Menuju Jembatan Bailey Gunung Bentang
Avitra Nur Hasan (2020) | Tugas Akhir | Teknik Sipil
Bagikan
Ringkasan
Berdasarkan kondisi saat ini, Akses Menuju Jembatan Bailey Gunung Bentang memiliki permasalahan terkait jaringan jalan, antara lain kelandaian yang curam, dan tikungan yang tajam. Maka dari itu, Perancangan Geometrik Jalan Akses Menuju Jembatan Bailey Gunung Bentang dianggap perlu sebagai solusi dari permasalahan yang terjadi. Metode yang digunakan pada tugas akhir ini mengacu pada Standar RSNI T-14-2004 tentang Geometri Jalan Perkotaan dan Lampiran Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.19 Tahun 2011 untuk perancangan geometrik jalan dan pada perancangan penampang drainase ini merujuk pada pedoman Pd-T-02-2006-B tentang Perencanaan Sistem Drainase Jalan serta penetapan jenis marka dan jenis rambu dilakukan berdasarkan desain geometrik jalan dan karakteristik lalu lintas, yang mengacu kepada Kepmen Perhubungan Nomor 67 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 34 Tahun 2014 Tentang Marka Jalan, Panduan Penempatan Fasilitas Pelengkap Jalan oleh Dirjen Perhubungan Darat dan Permen Perhubungan Nomor 13 Tahun 2014 tentang Rambu Lalu Lintas. Perancangan jalan diawali dengan melaksanakan survei fotogrametri secara langsung, merancang geometrik jalan, drainase, perhitungan volume galian dan timbunan, serta perencanaan rambu dan marka, dengan menggunakan ketentuan dan standar yang berlaku di Indonesia. Hasil survei dan perancangan geometrik jalan tersebut kemudian diproses menggunakan Program AutoCAD Civil 3D. Penelitian ini menghasilkan trase jalan baru. Pada trase direncanakan tipe jalan 2/2 UD, lebar lajur 2,75 m, kecepatan rencana 30 km/jam. Panjang trase rancangan 569.06 m yang terdiri dari 5 Point of Intersection. Drainase yang digunakan yaitu U-Ditch pracetak dimensi 500 mm x 500 mm di kedua sisi jalan.
Ringkasan Alternatif
Based on current conditions, Access to the Gunung Bentang Bailey Bridge has problems related to the road network, including steep slopes and sharp bends. Therefore, the geometric design of the access road to the Gunung Bentang Bailey Bridge is considered necessary as a solution to the problems that occur. The method used in this final project refers to the RSNI T-14-2004 Standard on Urban Road Geometry and the Attachment to the Minister of Public Works Regulation No.19 of 2011 for the geometric design of roads and the design of this drainage section in the new Pd-T-02- 2006. -B concerning Road Drainage System Planning and determination of markers and sign types is carried out based on the geometric design of roads and traffic borders, which refers to the Minister of Transportation Decree Number 67 of 2018 concerning Amendments to the Regulation of the Minister of Transportation Number PM 34 of 2014 concerning Road Markings, Placement Guidelines Road Complementary Facilities by the Director-General of Land Transportation and the Minister of Transportation Regulation Number 13 of 2014 concerning Traffic Signs. Road design begins with conducting direct surveys, designing geometric roads, drainage, calculating the volume of excavations and embankments, as well as planning signs and markings, using the appropriate provisions and standards in Indonesia. The survey results and the geometric design of the road were then used using the AutoCAD Civil 3D Program. This research resulted in new road alignment. On the planned alignment 2/2 UD road, 2.75 m lane width, design speed 30 km/hour. The design of the 569,06 m line length consisting of 5 meeting points. The drainage used is precast U-Ditch with dimensions of 500 mm x 500 mm on both sides of the road.
Sumber