Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perancangan Jembatan Muara untuk Pejalan Kaki dan Roda Dua dengan Sistem Penggantung di Kabupaten Subang
Ahmad Maulana (2020) | Tugas Akhir | Teknik Sipil
Bagikan
Ringkasan
Jembatan Muara adalah jembatan gantung yang berlokasi di Desa Muara, Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang. Jembatan tersebut menghubungkan Kecamatan Ciasem dan Kecamatan Blanakan. Beban lalu lintas pada jembatan yang berlebih, tidak adanya perawatan dan perbaikan menyebabkan kerusakan pada jembatan. Agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jembatan dan penambahan kapasitas, maka diperlukan perancangan ulang pada jembatan gantung muara. Perancangan jembatan gantung muara berpedoman pada "Pedoman Perancangan dan Pelaksanaan Jembatan Gantung untuk Pejalan Kaki (2010)" dan “Pedoman Jembatan Untuk Desa (2015)â€�. Jembatan gantung muara dimodelkan dan dianalisa menggunakan software MIDAS CIVIL 2019 dengan bentuk asimetris. Hasil luarannya adalah gaya-gaya dalam, yaitu gaya lintang, gaya normal, dan momen yang dipakai sebagai dimensi penampang dan sambungan. Berdasarkan hasil perancangan, didapatkan gelagar induk (IWF.250.125.6.9), gelagar melintang (IWF 200.100.4,5.7), balok anak (C.30.33.5.7), bracing pelat (L.30.30.3), menara (IWF 250.250.14.14), bracing menara (L.100.100.10), diameter kabel utama 60 mm, diameter batang penggantung 20 mm, dan diameter kabel ikatan angin 20 mm, pelat lantai bordes pada gelagar utama ukuran 1 m x 1 m dengan tebal 12 mm, pelat lantai bordes pada kantilever ukuran 0,8 m x 1 m dengan tebal 8 mm. Metode pelaksanaan menggunakan metode sliding deck dengan katrol dan kabel sling sementara ukuran 6 mm.
Ringkasan Alternatif
Muara Bridge is a suspension bridge located in Muara Village, Ciasem District, Subang Regency. The bridge connects Ciasem District and Blanakan District. Excessive traffic load on the bridge, lack of maintenance and repairs caused damage to the bridge. In order to provide a sense of security and comfort for bridge users and increase in capacity, it is necessary to redesign the estuary suspension bridge. The design of the estuary suspension bridge is guided by "Guidelines for the Design and Implementation of Suspension Bridges for Pedestrians (2010)" and "Guidelines for Bridges for Villages (2015)". The estuary suspension bridge was modeled and analyzed using the MIDAS CIVIL 2019 software with an asymmetrical shape. The output results are internal forces, namely the latitude, normal force, and moment which are used as dimensions of sections and joints. Based on the design results, obtained the main girder (IWF.250.125.6.9), transverse girder (IWF 200.100.4,5.7), joist (C.30.33.5.7), plate bracing (L.30.30.3), tower (IWF 250,250 .14.14), tower bracing (L.100.100.10), main cable diameter 60 mm, hanger diameter 20 mm, and wind tie cable diameter 20 mm, floor plate bordes on the main girder size 1 mx 1 m with a thickness of 12 mm, bordes on the cantilever, measuring 0.8 mx 1 m with a thickness of 8 mm. The method of implementation uses a sliding deck method with a pulley and cable slings while measuring 6 mm.
Sumber