Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perancangan Kampanye Kebiasaan Mengucapkan Tolong Dan Terima Kasih Di Masyarakat Kota Bandung
Siti Intan Fathonah NIM. (2016) | Skripsi | Desain Komunikasi Visual
Bagikan
Ringkasan
Dalam menjalankan kehidupannya dengan orang lain, seseorang harus mampu menghargai orang lain dalam bersikap maupun berkomunikasi untuk menjaga keharmonisan hubungan bermasyarakat. Salah satu wujudnya adalah mengucapkan tolong dan terima kasih. Kedua kata ini menggambarkan sebuah kondisi dimana adanya tolong menolong antara sesama manusia, juga rasa menghargai dan dihargai. Kenyataan saat ini, muncul sebuah fenomena pada masyarakat kota Bandung dimana bagi sebagian orang yang sudah dewasa mengucapkan tolong dan terima kasih terkadang tidak dilakukan sebagaimana mestinya. Fenomena yang terjadi di kota Bandung saat ini tidak sesuai dengan kearifan lokal yang ada pada masyarakat sunda. Selain itu, sebagai ibukota dari provinsi Jawa Barat, sudah sepatutnya kota Bandung mampu menjadi kota percontohan bagi kota-kota lainnya di wilayah Jawa Barat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka solusi yang akan dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat kota Bandung (orang dewasa berusia 20-40 tahun) melalui kegiatan kampanye sosial.
Ringkasan Alternatif
In running his life with another person, one must be able to appreciate other people and communicate in attitude to maintain harmonious social relationships. One form is to say please and thank you. These two words describe a condition where there is mutual help between fellow human beings, as well as respect for and appreciated. The reality today, there is a phenomenon in the city of Bandung which for some people who've grown up saying please and thank you sometimes do not do as they should. A phenomenon that occurs in the city today is not in accordance with the local wisdom in Sundanese society. Moreover, as the capital of West Java province, Bandung is fitting to become a pilot city for other cities in West Java. Based on these problems, the solution that will do is raise public awareness of Bandung (adults aged 20-40 years) through a social campaign.